KLIKJATIM.Com | Mojokerto - Warga di sekitar Jalan Mlirip Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto dikejutkan dengan penemuan jasad seorang tukang pijat yang bekerja di panti pijat Berkah, Kamis (4/2/2021). Pemijat perempuan berinisial A (27) tersebut ditemukan tewas bersimbah darah dengan beberapa luka tusuk di tubuhnya. Sementara rekannya sesama tukang pijat juga mengalami luka tusuk.
[irp]
Baca juga: Empat Kendaraan Tabrakan Beruntun di Mojokerto, Dua Orang Terluka
Korban ditemukan tergeletak bersimbah darah di ruang prakteknya sesaat usai melayani tamu pelanggan pada Kamis siang sekitar pukul 11.00 WIB. "Peristiwa pembununhan tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Sementara fakta yang diketahui terdapat dua orang perempuan yang sebagai pemijat, salah satu pelanggannya adalah seorang laki-laki yang berdasarkan peristiwa awal tadi ada ketika pembunuhan berlangsung,” ujar Kapolres Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi.
Dijelaskan, dari hasil pemeriksaan fisik diketahui ada dua korban dalam peristiwa tersebut. Satu orang mengalami luka tusuk di bagian belakang telinga dan satu orang meninggal dunia dengan luka bacok pada bagian leher. “Keduanya sudah dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit umum daerah untuk dilakukan perawatan,” jelas Deddy.
Baca juga: Terjebak Api karena Stroke, Pemilik Rumah di Mojokerto Meninggal Dunia
Lebih Deddy, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penelusuran pelanggan laki-laki yang sebelumnya berada di lokasi kejadian. “Apakah pemijat tersebut mengenal laki-laki tadi, nanti kami telusuri pada korban yang selamat,” tandasnya.
Masih kata Deddy, di lokasi kejadian ditemukan celana dan baju yang diduga milik laki-laki tersebut. Selain itu, juga ditemukan sebuah arit. Namun belum diketahui apakah arit itu yang digunakan pelaku atau tidak. “Pada saat kejadian korban terdengar berteriak dan tersangka kabur dengan menggunakan kendaraan roda dua dalam keadaan bugil. Kita lakukan pengejaran,” paparnya.
Baca juga: Warga Mojokerto Jadi Korban Penipuan Jual Beli Mobil Online
Sementara, kata Pita, warga sekitar kedua korban merupakan wanita asal Nganjuk dan belum lama tinggal di Mojokerto. Mereka berdua bertempat tinggal di kos-kosan yang tidak jauh dari lokasi. “Saya kenal dengan mereka berdua masih sekitar dua bulan. Biasanya ya saya yang mengantarkan bekerja. Tapi akhir-akhir ini tidak,” ujarnya.(hen)
Editor : Tsabit Mantovani