KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menjadi orang urutan pertama yang disuntik vaksin dalam vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Kota Surabaya, dimulai di Lobby lt 2 Balai Kota Surabaya, Jumat (29/01/2021). Dalam vaksinasi kedua ini ada 16 jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya.
[irp]
Baca juga: Gila, Suami di Surabaya Tega Jual Istri Seharga Rp 500 Ribu
Adapun 16 orang itu adalah Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, istri Plt Wali Kota Surabaya Dini Syafariah Endah, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Danrem 084/Bhaskara Jaya, Kajari Tanjung Perak, Kajari Surabaya, dan Ketua Pengadilan Negeri Surabaya.
Kemudian, Ketua IDI Surabaya, Kepala Kemenag Kota Surabaya, Kepala Bidang Keperawatan RSUd dr Soewandhie, Tim Penggerak PKK Tegalsari, Kepala Cabang Surabaya BPJS Kesehatan, Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya, dan Ketua PPNI Surabaya.
Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, mengaku dalam kondisi sehat. Whisnu juga bersyukur, selama 2 pekan proses vaksinasi kepada tenaga kesehatan dapat berjalan lancar.
Baca juga: TTL Berbagi Kebahagiaan Ramadhan bersama 141 Anak Yatim
"Vaksinasi pada tenaga kesehatan dan penunjang nakes sudah berjalan lancar. Pada bulan Januari, kami menargetkan vaksinasi pada 31 ribu nakes dan penunjangnya," kata Whisnu.
Ia juga mengatakan, hingga hari ini, vaksinasi sudah dilakukan pada 24 ribu lebih nakes. Angka itu sudah mencapai 80 persen. Terkait Kejadian Ikutan Paska Imunisasi atau KIPI, Whisnu menyebut tidak banyak yang mengalami KIPI.
"Ada 0,1 persen totalnya. Cuma 30 orang dari total semua. KIPI ringan. Seperti nyeri di bagian yang disuntik dan ruam merah," tambahnya.
Minimnya KIPI membuat Whisnu berharap masyarakat termotivasi u tuk menjalani vaksinasi. Ia mengatakan bahwa vaksinasi merupakan ikhtiar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. "Ada 110 fasyankes yang bekerja masif bersama dan kami harapkan di gelombang kedua. Gelombang pertama selesai akhir Januari," terangnya.
Whisnu juga mengaku, sedang progres koordinasi dengan Kemendagri dalam pembahasan vaksinasi mandiri. Namun, proses tersebut tetap menunggu keputusan pemerintah pusat. (rtn)
Editor : Redaksi