Ritual Penggandaan Uang di Kuburan Jember Dibubarkan Polisi, Daftar Rp 120 Ribu Dapat Rp 1 Miliar

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Jember—Ritual penggandaan uang di area kuburan di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember dibubarkan polisi. Selain karena melanggar protokol kesehatan, ritual tersebut diduga juga ada unsur penipuan.

[irp]

Baca juga: Ibu Rumah Tangga Coba Bunuh Diri Terjun ke Ombak Pantai Watu Ulo Jember, Aksinya Digagalkan Warga

Puluhan peserta ritual itu dijanjikan akan mendapatkan uang hingga Rp 1 miliar. Caranya mereka lebih dulu registrasi dengan dengan membayar Rp 120 ribu. Namun, ritual tersebut kemudian dibubarkan aparat kepolisian setelah menerima laporan dari masyarakat.

Kapolsek Jenggawah, Jember AKP Makruf mengatakan, ritual yang digelar pada tengah malam itu dibubarkan lantaran selain tidak mematuhi protokol kesehatan, juga ada indikasi unsur penipuan.

Baca juga: Hadiri Pembukaan Piala Gubernur Jatim Open Woodball 2026, Arumi Bachsin Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi Dunia

"Kami mendapat informasi dari masyarakat, jika ada kegiatan ritual yang digelar di area makam yang ada di persawahan, setelah kami cek, ternyata benar, lalu kami beri himbauan untuk menghentikan kegiatannya, namun mereka tidak mau, akhirnya kami bubarkan, karena mereka tidak mematuhi prokes, pengikutnya sebagian besar tidak mengenakan masker," kata AKP Makruf, kepada wartawan di Jember, Kamis (28/1/2021).

"Dari informasi yang kami terima, mereka dijanjikan uang sebesar Rp 1 Miliar jika mengikuti ritual ini, dengan catatan harus membayar 120 ribu," ujarnya.

Baca juga: Libur Long Weekend Kenaikan Isa Almasih, Penumpang KA di Jember Tembus 54 Ribu Orang

Kapolsek mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan hal-hal yang tidak masuk akal. Terlebih dengan iming-imingi serta syarat harus membayar dengan nominal tertentu.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan hal-hal yang tidak masuk akal, dan kami masih mendalami kasus ini, namun sejauh ini belum ada korban yang lapor ke kami," katanya. (hen)

Editor : Abdus Syukur

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru