Tak Ada Regenerasi Nelayan, Dikhawatirkan Kampung Kupang Sidoarjo Bakal Mati

klikjatim.com
Perahu yang membawa kupang usai bersandar di Dermaga Sungai Balongdowo, Kecamatan Candi, Sidoarjo. (Satria Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Di Kabupaten Sidoarjo terdapat Kampung Kupang. Tepatnya di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi. Alasan penyebutan kampung kupang karena penduduknya banyak yang berprofesi sebagai nelayan dan melaut bukan untuk memburu ikan, tetapi mencari kupang.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Mantan nelayan setempat, Abdul Munir menceritakan, biasanya para nelayan di kampungnya berangkat sore hari. Setelah semaleman berada di tengah laut, pagi selepas subuh kapal para nelayan akhirnya tiba di dermaga sungai desa setempat dengan membawa kupang.

Jumlahnya tidaklah sedikit. Hingga berkarung-karung goni dari hasil melaut di Perairan Kepetingan dan Selat Madura. Pada saat kapal nelayan ini bersandar, penduduk sekitar langsung berebut kupang untuk diolah.

“Para nelayan biasanya berangkat melaut sehabis ashar. Satu kapal diisi lima orang. Lalu mereka balik habis subuh sekitar jam lima pagi,” ujar laki-laki berusia 55 tahun itu, Senin (25/1/2021).

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Namun, kini dirinya mulai ada rasa khawatir bahwa kampung kupang ini akan mati. Karena saat ini tak tampak lagi ada regenerasi nelayan seperti di masa remajanya dulu.

“Sekarang lihatlah, nelayan dan warga yang mengolah kupang merupakan generasi tua. Anak muda mana ada yang mau bekerja seperti ini. Mereka lebih memilih bekerja di pabrik,” ungkap Munir.

Dulu, di kampungnya ada lebih dari 50 kapal yang wira-wiri ke laut mencari Kupang. Berbeda dengan sekarang jumlah kapal yang tersisa tinggal lima buah saja. “Mereka telah menjual kapal-kapalnya dan beraih profesi. Saya juga telah berhenti,” imbuh Munir.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Anaknya telah meminta Munir untuk mengakhiri karirnya sebagai nelayan pencari kupang sejak tiga tahun lalu.

Perlu dketahui, untuk merebus kupang membutuhkan waktu lima jam sebelum akhirnya siap dijual. Kupang ini tidak hanya disandingkan dengan lontong yang merupakan makanan khas Sidoarjo. Tapi, warga setempat juga mengolah kupang untuk dijadikan kerupuk dan petis. Tidak hanya itu saja, cangkang keras kupang juga bisa dijadikan campuran makanan ternak. (nul)

Editor : Satria Nugraha

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru