KLIKJATIM.Com I Pasuruan - Sedikinya enam desa di Kecamatan Bangil Pasuruan terendam banjir. Warga berjibaku menyelamatkan barang berharga dan melupakan perayaan malam tahun baru. Banjir diakibatkan meluapnya air sungai Badong.
[irp]
Baca juga: Hari Ulang Tahun Golkar ke-57, DPD Golkar Surabaya Adakan Pendidikan Poltik Berkonsep Kemah
Informasi yang diterima, banjir menerjang pemukiman sejak Jum’at (01/01/2021) dinihari. Kawasan yang diterjang banjir meliputi Dusun Masangan, Desa Masangan; Dusun Latek Utara, Desa Latek; dan Dusun Kradenan, Desa Manaruwi. “Hujannya tidak deras, banjir kiriman dari selatan, ketinggian air lebih dari 10 sentimeter,” kata warga Desa Masangan, Imam (50). Ditempat terpisah Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Zaini mengatakan, penyebab banjir di Desa Masangan dan desa sekitar disebabkan oleh luapan air Sungai Badong.Sungai tersebut diketahui tidak pernah dinormalisasi.
Baca juga: Sidak The Trans Icon, Komisi A DPRD Surabaya Temukan Beberapa Pelanggaran
Dikatakan Zaini, kondisi tanggul sungai juga sudah tergerus air. Apalagi sungai berkelok-kelok. Saat air sungai meluap, meluber ke sisi timur sungai, otomatis menyebabkan banjir di Desa Masangan. “Sedangkan ketika (air sungai) meluber ke (arah) barat menyebabkan banjir di Desa Manaruwi dan Latek,” jelas Zaini.
Baca juga: Dua Maling Motor Di-dor Polsek Sawahan
Akibat banjir ini setidaknya terdapat 285 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Masangan yang terdampak. Di Dusun Latek Utara ada 65 KK lalu di Dusun Kradenan terdapat 130 KK terdampak banjir . ”Keinginan warga, sungai Badong yang berada di bawah naungan Dinas PU SDA Jawa Timur ini seharusnya dinormalisasi,” pungkasnya. (hen)
Editor : Redaksi