KLIKJATIM.Com | Gresik — Kiai Haji Moh Sya'roni Shodiq (62), warga Tenger RT 2 RW 1 Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik menghembuskan napas terakhir di tengah salat jumat di Masjid Almuhajirin Jalan Pasir Raya Pongangan Indah, Kecamatan setempat siang tadi, Jumat (4/12/2020). Ia meninggal dunia setelah mengisi khutbah di masjid setempat.
[irp]
Takmir Masjid Al Muhajirin, Muhammad Mujarot warga Jalan Baja 8 Nomor 6 Perumahan Pongangan Indah menjelaskan, peristiwa meninggalnya sang khatib benar benar tak disangka. Awal kedatangan KH Moh Sya'roni Shodiq sekitar pukul 10.00 WIB di Masjid pun tidak ada tanda tanda lemas, maupun kondisi badan kurang fit. Sebelum menyampaikan khutbah juga sempat salat sunnah terlebih dahulu.
“Khutbah pertama dan kedua beliau dengan suara lantang, karena memang punya suara lantang menyerukan khutbah yang disampaikan kepada jemaah jumat. Dan tidak ada tanda tanda lemas atau sakit dari beliau,” ungkapnya.
Selesai khatib menyampaikan khutbah, ia pun meminta kepada jemaah untuk mencarikan imam salat jumat. “Pak saya gak ngimami, imam yang lainnya saja yang ngimami,” kata Mujarot saat menirukan omongan almarhum sebelum meninggal dunia.
Kemudian yang menjadi imam pun digantikan oleh Nurman Hariyanto. “Saya kebetulan salat di belakang beliau (KH Moh Sya'roni Shodiq), saat rakaat kedua pembacaan surat pendek setelah alfatihah, beliau jatuh ke kanan dengan pelan pelan,” cerita anggota takmir berusia 64 tahun tersebut.
Tubuh sang khatib pun terbaring di lantai Masjid yang masih mengenakan jubah warna coklat dan kopiah putih. Selanjutnya, pihak takmir masjid langsung berusaha memberikan pertolongan pertama sambil menunggu kedatangan ambulans, untuk membawa sang kiai yang sudah berkhutbah di Masjid setempat sekitar 10 tahun itu ke puskesmas.
“Sekitar pukul 12.15 WIB, petugas puskesmas satelit menyatakan beliau telah meninggal. Dan dari pihak puskesamas juga memberikan surat keterangan kalau beliau, Kiai Haji Sya'roni Shodiq tidak terindikasi penyakit menular,” ungkap Jarot, panggilan akrab takmir Masjid Almuhajirin.
Muaddzin Masjid setempat, Ali Musyafa' menambahkan, setelah khutbah biasanya almarhum KH Moh Sya'roni Shodiq langsung menjadi imam salat. Berbeda dengan hari ini, ia justru pamitan tidak menjadi imam dan meminta untuk digantikan dengan imam yang lain.
“Awalnya dikira pingsan, sehingga untuk memastikan kondisi beliau langsung dibawa ke UGD satelit,” katanya.
Sementara itu, Pihak Keluarga, KH Moh Sya'roni Bahrul Ulum saat ditemui di rumah duka mengaku terharu campur bahagia, karena kakak iparnya meninggal dalam keadaan salat jumat dan juga pada hari yang mulia.
“Kami bersyukur dan terkejut mendengar informasi kakak kami sudah tiada. Padahal paginya dalam kondisi sehat dan berkomunikasi dengan sesama khatib yang lainnya untuk mengisi khatib di daerah Kabupaten Gresik. Yang memang status kakak saya koordinator khatib di Kabupaten Gresik,” jelasnya.
Saat ini jenazah KH Moh Sya'roni Shodiq sudah berada di rumah duka. Rencananya dimakamkan setelah salat isya'. (nul)
Editor : Redaksi