Pasien Beludak, Pemprov Jatim Akan Bangun Rumah Sakit Darurat di Malang Raya

klikjatim.com
RSDL Indrapura Surabaya. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemprov Jatim akan mengaktifkan kembali rencana rumah sakit darurat untuk Malang Raya. Hal itu menyusul setelah adanya isu rumah sakit yang mulai penuh dan Bed Occupancy Rate (BOR) pun naik.

[irp]

Baca juga: Dampingi Syeikh Afeefuddin ke Ponpes Genggong, Gubernur Khofifah Motivasi Ribuan Santri Jadi Pemimpin Masa Depan

Selain itu, kondisi saat ini di Malang Raya juga terjadi kenaikan kasus yang signifikan. Sehingga BOR rumah sakit di wilayah setempat mencapai 70 persen.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, BOR merupakan salah satu dari empat parameter untuk menggambarkan tingkat hunian rawat inap di sebuah rumah sakit. Dan upaya kuratif seperti pendirian rumah sakit darurat ini akan dioptimalkan, khsusunya di daerah dengan BOR tinggi. Serta lewat kajian ilmiah dan juga analisa situasi riil di lapangan.

Baca juga: Pencarian Korban Tenggelam di Perairan Pulau Mandangin Sampang Masih Nihil

Dan kata Khofifah, Malang Raya saat ini memang membutuhkan perhatian khusus. "Saat ini kami akan fokus untuk membantu relaksasi rumah sakit di Malang Raya dengan mendirikan Rumah Sakit Darurat Lapangan (RSDL). Format RSDL nantinya akan seperti yang telah ada di Surabaya. RSDL Indrapura terbukti sangat efektif untuk meringankan beban rumah sakit dengan kematian 0 persen. Konsep ini akan kami replikasi ke Malang Raya," ungkap Khofifah, Rabu (2/12/2020).

Meski Jatim sudah mempersiapkan RS darurat untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19, tapi warga Jatim tetap diwanti-wanti disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes) maupun dalam pelaksanaan 3T (Testing, Tracing, Treatment). Karena di Jatim sebelumnya menunjukkan hasil yang pesat dalam penanganan Covid-19, ketika prokes diterapkan secara ketat dan massif.

Baca juga: Hadiri Pembukaan Piala Gubernur Jatim Open Woodball 2026, Arumi Bachsin Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi Dunia

"Namun demikian, kali ini kita juga bisa lihat bahwa kasus Covid-19 bisa naik sewaktu-waktu bila kita lengah," imbuh Khofifah.

Sekedar diketahui, berdasarkan data nasional per 2 Desember 2020, recovery rate atau tingkat kesembuhan di Jatim merupakan salah satu yang terbaik di Pulau Jawa. Rinciannya di Jatim 88,03 persen, Jateng 70,61 persen, Jabar 85,21 persen, DKI Jakarta 90,64 persen, Yogyakarta 73,57 persen, dan Banten 67,85 persen. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru