Pemprov Jatim Segera Bentuk Satgas Vaksinisasi, Menko PMK Sebut Vaksin Covid-19 Rencana Diberikan Desember 2020

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemprov Jawa Timur dalam waktu dekat akan membentuk Satgas Vaksinisasi Covid-19. Rencananya satgas ini dibentuk mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Dan tim satgas ini nanti akan bertugas menghitung kebutuhan, serta melihat respons setelah divaksin. Namun demikian, untuk kepastian turunnya vaksin di Jawa Timur masih belum bisa diketahui.

Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi hanya membocorkan bahwa akan ada dua bentuk vaksin. "Vaksin yang dibantu pemerintah dan dari swasta," ungkap dr Joni, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Dia mengungkapkan, untuk vaksin yang sedang diteliti dan diuji dengan anggaran pemerintah akan difokuskan pada tenaga kesehatan, peserta BPJS-PBI, juga pemberi layanan. "Itu ditanggung pemerintah. Kemudian ada vaksin swasta yang bisa memberikan layanan vaksin, yaitu dari PBF-PBF (Perusahaan Besar Farmasi). Namanya yang punya uang itu swasta-swasta itu, bisa membantu pemerintah supaya cepat vaksinasinya," tambahnya.

Di sisi lain, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menegaskan, vaksin Covid-19 yang rencananya akan diberikan mulai Desember 2020 ini bukan senjata pamungkas membunuh virus corona. "Yang penting sekarang menyadarkan kepada masyarakat, bahwa yang namanya vaksin itu bukan senjata pemungkas yang betul-betul memungkasi Covid-19 ini," tegas Muhadjir dalam rilisnya, Selasa (1/12/2010).

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Kata Muhadjir, hal yang paling penting untuk mencegah virus adalah kepatuhan terhadap protokol Kesehatan. Seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

"Sebetulnya yang paling penting kembali kepada semula, yaitu disiplin masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan," tandasnya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru