Klaster Keluarga Dominasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Jatim, Tim Satgas Khawatir Ada Pandemic Fatigue

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Jumlah kasus Covid-19 di Jatim per hari Jum'at (27/11/2020) melonjak tajam, yakni dengan tambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 428 orang.

Baca juga: Gila, Suami di Surabaya Tega Jual Istri Seharga Rp 500 Ribu

[irp]

Dari tambahan kasus baru ini, klaster keluarga yang paling mendominasi. Terbukti, 229 pasien positif di RSDL Indrapura didominasi oleh sekitar 37 klaster keluarga dengan jumlah 2-5 orang per keluarga."Dominan pasien mandiri, sekitar 37 klaster keluarga (2–5 anggota keluarga) dan 9 klaster dari institusi/lembaga," ujar Anggota Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril dikonfirmasi, Jum'at (27/11/2020) malam.

Hal ini juga sesuai dengan prediksi Tim Satgas Covid-19 Provinsi Jatim yang mengatakan bahwa long weekend berpotensi besar memunculkan klaster baru Covid-19, utamanya klaster keluarga.

"Sesuai dengan prediksi sebelumnya, dua minggu pasca long weekend kasus mulai naik dan terjadi hampir bersamaan di semua daerah maupun provinsi," ujar

Dr Jibril mengungkapkan, long weekend memang yang paling diwanti-wanti. Sebab, di situ banyak acara keluarga yang dilakukan secara indoor dan berpotensi mengabaikan protokol kesehatan. Apalagi, keluarga jauh pun tidak menutup kemungkinan hadir dalam acara tersebut.

"Khawatirnya memang ketika long weekend, banyak acara-acara keluarga yang dilakukan indoor, bersama dengan keluarga jauh, yang mana biasanya tidak dengan protokol kesehatan yang baik," ungkapnya.

Dari situlah, lanjutnya, potensi munculnya klaster keluarga sangat besar. "Sehingga yang muncul kebanyakan adalah kluster keluarga. Dapat di lihat di RS Darurat Indrapura, kluster yang saat ini dominan adalah kluster keluarga," papar dia.

Oleh sebab itu, sejak 23 November lalu, operasi yustisi kembali ditingkatkan untuk mengatasi angka penyebaran yang meningkat tersebut. Harapannya, masyarakat mampu meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Apalagi, kata dia, operasi yustisi yang digelar selama bulan September-Oktober berhasil mengentaskan Provinsi Jatim dari zona merah, dan 63 persen menjadi zona kuning.

Namun di sisi lain, dr Jibril mengatakan, setelah 6 pandemi, Provinsi Jatim dikhawatirkan terjadi Pandemic Fatigue. "Setelah 6 pandemi, khawatirnya terjadi pandemic fatigue, artinya kadang orang mulai lelah dan lengah terhadap protokol kesehatan," tutupnya.

Baca juga: TTL Berbagi Kebahagiaan Ramadhan bersama 141 Anak Yatim

Baca juga: Hadiri Sharing Session di RSUD Dr. Soetomo, Pj. Gubernur Adhy Pesankan Pelayanan Berkualitas dan Sinergitas

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru