Baca juga: Gila, Suami di Surabaya Tega Jual Istri Seharga Rp 500 Ribu
Hal ini juga sesuai dengan prediksi Tim Satgas Covid-19 Provinsi Jatim yang mengatakan bahwa long weekend berpotensi besar memunculkan klaster baru Covid-19, utamanya klaster keluarga.
"Sesuai dengan prediksi sebelumnya, dua minggu pasca long weekend kasus mulai naik dan terjadi hampir bersamaan di semua daerah maupun provinsi," ujar
Dr Jibril mengungkapkan, long weekend memang yang paling diwanti-wanti. Sebab, di situ banyak acara keluarga yang dilakukan secara indoor dan berpotensi mengabaikan protokol kesehatan. Apalagi, keluarga jauh pun tidak menutup kemungkinan hadir dalam acara tersebut.
"Khawatirnya memang ketika long weekend, banyak acara-acara keluarga yang dilakukan indoor, bersama dengan keluarga jauh, yang mana biasanya tidak dengan protokol kesehatan yang baik," ungkapnya.
Dari situlah, lanjutnya, potensi munculnya klaster keluarga sangat besar. "Sehingga yang muncul kebanyakan adalah kluster keluarga. Dapat di lihat di RS Darurat Indrapura, kluster yang saat ini dominan adalah kluster keluarga," papar dia.
Oleh sebab itu, sejak 23 November lalu, operasi yustisi kembali ditingkatkan untuk mengatasi angka penyebaran yang meningkat tersebut. Harapannya, masyarakat mampu meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.
Apalagi, kata dia, operasi yustisi yang digelar selama bulan September-Oktober berhasil mengentaskan Provinsi Jatim dari zona merah, dan 63 persen menjadi zona kuning.
Namun di sisi lain, dr Jibril mengatakan, setelah 6 pandemi, Provinsi Jatim dikhawatirkan terjadi Pandemic Fatigue. "Setelah 6 pandemi, khawatirnya terjadi pandemic fatigue, artinya kadang orang mulai lelah dan lengah terhadap protokol kesehatan," tutupnya.
Baca juga: TTL Berbagi Kebahagiaan Ramadhan bersama 141 Anak Yatim
Editor : Redaksi