KLIKJATIM.Com | Surabaya—Warga di Jalan Tembaan, Bubutan, Surabaya digegerkan dengan ditemukannya seorang remaja yang tergelatak tewas bersimbah darah. Setelah diselidiki jasad tersebut diketahui bernama Maulana Ramadhan (16) warga Gembong, Kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto.
[irp]
Baca juga: Gemerlap Surabaya Vaganza 2026, Parade Malam Hari Banjir Spot Estetik
Berdasarkan data yang dihimpun, korban bernama Maulana Ramadhan (16), warga Gembong, Kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto. Korban ditemukan sekitar pukul 04.35 WIB dalam kondisi tewas.
Saat ditemukan, korban mengalami luka robek di bagian perut dan dada. Kepala BPB Linmas Irwan Widyanto membenarkan soal remaja tewas di Jalan Tembaan itu. Pihaknya menerima laporan sekitar pukul 04.53 WIB. Kemudian petugas Linmas tiba di lokasi sekitar pukul 05.00 WIB.
Irvan menambahkan, tidak ada yang mengetahui kejadian awal maupun kronologi tewasnya korban. Petugas Linmas yang berjaga di Pos Pam Tembaan hanya mendapatkan laporan dari pengendara yang melintas, bahwa sempat ada segerombolan kendaraan dan korban tergeletak di tengah jalan.
"Mendapati laporan tersebut, petugas Linmas langsung mendatangi lokasi dan melaporkan ke Command Center 112," kata Irvan kepada wartawan di Surabaya, Jumat (27/11/2020).
Jenazah korban kemudian dibawa dengan ambulans Dinsos, dengan didampingi pihak keluarga dibawa ke RSU dr Soetomo. Sedangkan barang bukti motor, saat ini sudah diamankan di Polrestabes Surabaya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Sambut Rombongan Bhikkhu Lintas Negara di Grahadi
"Patut diduga korban tawuran, tapi saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," pungkas Irvan.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Oki Ahadian Purwono membenarkan soal ditemukannya remaja tewas tersebut.
"Diduga korban tawuran. Masih dalam proses penyelidikan," katanya, Jumat (27/11/2020).
Oki menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan apakah remaja itu menjadi korban tawuran antar geng atau bukan. Pihaknya sudah menerjunkan Unit Jatanras Polrestabes Surabaya untuk melakukan penyelidikan.
"Kami masih dalami (antar geng atau bukan). Pasti kita kejar dan kita ungkap apa antargeng atau bukan. Kita belum menemukan bukti, kita belum berani menyimpulkan itu korban tawuran antar geng atau bukan," tambah Oki.
Namun ia memastikan, luka yang ada di tubuh korban merupakan luka bacok. "Luka bacok, di perut," lanjut Oki. (hen)
Editor : Redaksi