KLIKJATIM.Com | Probolinggo - Menjelang tahun baru 2021, Desember mendatang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Problolinggo memperketat pengawasan terhadap keberadaan lokalisasi liar. Ada lima titik lokalisasi liar di Probolinggo, yakni di Kecamatan Paiton dan Kecamatan Besuk.
[irp]
Baca juga: Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Kawasan Wisata Kuliner Gladak Serang Probolinggo
"Kami akan terus melakukan penyisiran lokasi yang kerap dijadikan tempat prostitusi di Kabupaten Probolinggo, terus dilakukan. Kami bertekad menuntaskan ketertiban dan memerangi penyakit masyarakat (pekat)," kata Kasi Penyelidikan Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Budi Utomo.
Disebutkan, selama ini pihaknya kerap melakukan penggerebekan lokalisasi liar. Dari sejumlah tempat itu, beberapa tempat di antaranya sudah tidak beroperasi lagi alias tutup total. Namun ada beberapa lokalisasi yang ditengarai masih beroperasi.
Baca juga: Pemkab Probolinggo Jadikan Bromo Medic Run Sebagai Sport Tourism
“Di antaranya, ada dua lokasi di Kecamatan Paiton dan tiga lokasi di Kecamatan Besuk. Di Kecamatan Besuk, setelah kami gerebek sudah tidak pernah beroprasi lagi hingga sekarang. Sedangkan, di wilayah Paiton, masih belum kami cek setelah penggerebekan beberapa waktu lalu,” ujar Budi Utomo.
Dikatakan, tidak hanya berhenti pada sejumlah lokasi itu, beberapa lokasi lain juga telah menjadi target penggerebekan. “Setelah ini kami ada rencana mendatangi dua lokasi lainnya, di wilayah barat dan selatan Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Baca juga: Tanah Longsor Putuskan Akses Jalan Wisata Madakaripura Probolinggo
Ia juga menjelaskan, saat penggerebekan, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah pekerja sek komersial (PSK). Bahkan, diketahui ada PSK yang mengidap penyakit menular seperti HIV/AIDS. “Ada beberapa PSK yang berhasil terjaring saat oprasi pekat terkena penyakit. Seperti, HIV/AIDS. Bahkan, ada juga yang hasil rapid test-nya reaktif,” pungkas dia. (hen)
Editor : Redaksi