Buntut Bau Busuk Pasar "Kempros" Pandaan Baru, Dewan Pertanyakan Penggunaan Retribusi 

klikjatim.com
Kondisi pasar Pandaan Baru yang menyengat bau busuk dari sampah potongan ayam dan ikan, kini dijauhi pengunjung. didik/klikjatim.com

KLIKJATIM.Com I Pasuruan -  Bau busuk Pasar Pandaan Baru  akibat sampah potongan ayam dan ikan berbuntut. Tidak hanya dilebeli Pasar Kempros oleh sebagian pedagang. Kondisi ini pun mengundang keprihatinan  anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.

Baca juga: Ketua DPRD Pasuruan Siap Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Kasus Pokir

 "Kan ada uang retribusi pasar. Lalu digunakan untuk apa," tanya  Wakil Pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi, Selasa (17/11/2020).

[irp]

Sebenarnya bau busuk akibat berserakan tumpukan sampah potongan ayam dan ikan di sepanjang jalan Pasar Pandaan baru bukan hal baru. Politisi PDI Perjuangan ini, kerap kali menerima aduan baik dari pedagang pasar atau pun warga setempat. 

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Pandaan Baru, Sugeng mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembersihan di lokasi sumbernya bau busuk.

Baca juga: Jadi Saksi Kasus Dugaan Pemotongan BOP Madin, Anggota Dewan Pasuruan Diperiksa Kejaksaan

"Mendapat informasi tersebut kita langsung melakukan pembersihan dengan membuang sampah-sampah bekas potongan ayam," ucapnya.

Saat disingung soal retribusi pasar. Sugeng menjawab memang ada. Namun ia lupa berapa besar retribusi yang ditarik ke para pedangang pasar. "Bendahara pasar yang tahu," tutupnya. 

Baca juga: Bantah Bripda Rendy Anak Anggota Dewan, DPRD Kabupaten Pasuruan Kutuk Keras Perbuatan Kejamnya

Sekedar diketahui lokasi Pasar Baru Pandaan dengan rumah Andri Wahyudi Wakil Pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan kurang lebih setangah kilo meter.

Bahkan, keluhan bau busuk ditimbulkan sampah berserakan di pinggir jalan pasar kerap kali diadukan ke petugas pasar.  (rtn)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru