Pemerintah Kota Madiun Pilih Hati-hati Buka Sekolah

Reporter : Asep Bahar - klikjatim.com

Maidi, Wali Kota Madiun.

KLIKJATIM.Com | Madiun – Kendati wilayahnya masuk zona hijau, Pemerintah Kota Madiun memilih berhati-hati untuk membuka kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah. Mereka masih seluruh sarana-prasarana dan sumber daya manusia (SDM) demi memenuhi protokol kesehatan.

BACA JUGA :  PT Pelindo III Bagikan Bantuan Untuk Rumah Sakit

‘’Persiapan sudah, menunggu kesepakatan orang tua dan komite. Ini kami koordinasikan semuanya,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.

Wali Kota menambahkan, pembelajaran tatap muka dibuka secara bertahap. Itu dimulai dari jenjang sekolah menengah sederajat terlebih dahulu. Selang dua bulan baru jenjang SD. Sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri (Mendikbud, Kemenag, Menkes, Mendagri) tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Dalam poin IV disebutkan pemerintah pada zona hijau dapat melakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap dalam masa transisi. Asalkan satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan dipastikan siap. Poin berikutnya menjelaskan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan mempertimbangkan kemampuan siswa dalam menerapkan protokol kesehatan. Jenjang SMA/SMK/MA/Paket C sederajat, juga SMP/MTs/Paket B sederajat, dibuka terlebih dahulu.

Selanjutnya jenjang SD/MI sederajat paling cepat dua bulan berselang. Sedangkan PAUD/TK paling cepat dibuka selang dua bulan berikutnya. ‘’Hal seperti ini tetap kita patuhi,’’ ungkap Maidi.

BACA JUGA :  Pemerintah Tegaskan Kegiatan Mudik Tetap Dilarang

Sementara itu Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun telah melakukan persiapan. Dari empat poin yang dipersyaratkan Kemekdikbud RI, baru dua poin yang telah memenuhi. Pertama, daerah yang akan membuka kembali aktivitas pendidikan telah ditetapkan sebagai zona hijau. Kedua, sarana-prasarana, sumber daya manusia (SDM) telah memenuhi protokol kesehatan. ‘’Protokol kesehatan sudah 95 persen siap,’’ kata Sekretaris Dindik Kota Madiun Sri Marhaendra Datta.

Dua syarat yang belum terpenuhi yakni mendapat izin dari Pemkot Madiun atau rekomendasi dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun. Syarat terakhir yakni persetujuan dari orang tua. ‘’Jadi, ada empat syarat dari pusat, kami tinggal poin ketiga dan keempat,’’ ujarnya.

Saat ini yang terpenting memastikan kesiapan protokol kesehatan di setiap sekolah. Termasuk memikirkan sistem berjalannya sektor pendidikan di masa tatanan normal baru. ‘’Kami tidak bisa berandai-andai kapan pastinya. Yang jelas semuanya disiapkan dulu,’’ ungkapnya.

Nantinya, pembelajaran menerapkan sistem sif. Anak-anak dijadwalkan masuk sekolah sesuai sif per kelas yang hanya diisi 50 persen dari kapasitas ruang. Tempat duduk antarsiswa diatur minimal 1-1,5 meter. ‘’Bisa jadi nanti siswa masuk satu hari, libur satu hari. Terpenting anak harus sehat dan aman dari virus,’’ tegasnya.

Durasi pembelajaran juga dibatasi. Durasi tatap muka maksimal empat jam. Tidak ada jam istirahat. Kantin ditutup sementara, karenanya siswa disarankan membawa bekal dari rumah. Guru juga tidak diperkenankan berpindah ke kelas lain. ‘’Antar jemput siswa juga dikomunikasikan secara intensif. Yang tidak naik bus sekolah, antar jemputnya harus tepat waktu,’’ terangnya. (hen)