Woro-woro! Karena Pemerintah Tak Peduli, Warga Tulungagung Buka Donasi Pembangunan Jalan Berlubang

Reporter : Iman - klikjatim.com

Sejumlah warga di Kabupaten Tulungagung saat menambal jalan yang berlubang karena belum juga diperbaiki oleh pemerintah.

KLIKJATIM.Com | Tulungagung—Sejumlah warga di Kabupaten Tulungagung menggalang donasi pembelian paving untuk menambal jalan raya yang berlubang. Jalan lubang itu berada di di sepanjang Jalan Raya Simpang Empat Gragalan, Kecamatan Sumbergempol hingga wilayah Kecamatan Kalidawir.

BACA JUGA :  17 Orang di Gresik Sembuh dari Covid-19, Aparat Tetap Gencar Gelar Operasi

Jalan berlubang itu cukup membahayakan bagi pengendara. Warga dan komunitas yang prihatin kemudian membuka donasi untuk pembelian paving. Paving dipilih karena kokoh dan tidak gampang pecah saat dilintasi oleh kendaraan dengan muatan berat.

Pelopor gerakan donasi paving, Nur Hasyim (51) warga Desa Tunggangri, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung mengatakan, donasi paving ini bermula dari keprihatinannya atas jalan raya yang berlubang.

“Saya prihatin dengan kondisi jalan dari Kalidawir hingga Gragalan (Kecamatan Sumbergempol) yang banyak berlubang,” ucapnya.

Dirinya tidak sendirian, bersama dengan relawan yang peduli dengan kondisi jalan, mereka bergerak untuk mempromosikan gerakan donasi paving ini. Paving yang terkumpul kemudian digunakan untuk menutup bagian jalan raya yang berlubang.

“Kenapa pakai paving karena lebih awet dan kuat, kalau pakai semen kan lama dan gampang rusak,” ujarnya.

Untuk menutup jalan raya yang berlubang, awalnya Nur Hasyim dan relawan menguruk lubang dengan pasir sebagai alas pemasangan paving. Setelah dirasa cukup kuat, kemudian satu persatu paving dipasangkan di dalamnya. Lubang yang dalam menjadi sasaran Nur Hasyim dan relawan, sebab jika lubang terlalu dangkal, sulit dipasangi paving.

“Kalau lubangnya dangkal, ndak bisa kita kasi paving, kita pilih yang dalam dalam saja,” jelasnya.

Pihaknya juga menerima donasi uang yang kemudian dibelikan paving dan pasir, masyarakat bisa menitipkan uang untuk membeli paving dan pasir. Untuk 1 meter persegi lubang, diperlukan lebih kurang 45 buah paving, serta pasir secukupnya.

“Paving yang kita pakai paving dengan spesifikasi K250, kuat jika dilindas kendaraan bermuatan berat,” terangnya.

Sejak mulai dibuka pada Februari 2021 yang lalu, kini semakin banyak masyarakat yang peduli dengan gerakan ini, bahkan tak jarang masyarakat menawarkan paving dirumahnya untuk donasi.

“Ada yang nelpon disuruh mengambil sendiri pavingnya dirumah, ada yang donasi uang untuk dibelikan paving juga,” pungkasnya. (mkr)