Wisata Kawah Ijen Mulai Dibuka Dengan Protokol Ketat

Reporter : Abdus Syukur - klikjatim.com

Pembukaan wisata kawah ijen diawali oleh tim gugus tugas Banyuwangi dengan simulasi protokol kesehatan.

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi – Obyek wisata Kawah Ijen di Kabupaten Banyuwangi secara bertahap akan dibuka kembali. Untuk pembukaan itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Banyuwangi menggelar simulasi dan evaluasi rencana pembukaan destinasi wisata unggulan ini.

BACA JUGA :  Perkuat Ekspor Kemendag Terbitkan Peraturan Tata Cara Asal Barang

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan, pelaksanaan simulasi untuk melihat kesiapan destinasi wisata di Bumi Blambangan menyongsong era kebiyasaan anyar (new normal). Untuk sementara, Kawah Ijen dibuka dua hari Kamis (26/6/2020) dan Selasa (30/6/2020). Destinasi wisata yang tersohor dengan fenomena api biru (blue fire) itu dibuka pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00. Jumlah pengunjung dibatasi 225 orang. Pengunjung wajib mendaftarkan diri secara online dan tidak dipungut biaya alias gratis.

“Kami melakukan peninjauan langsung simulasi pembukaan wisata alam Kawah Ijen hingga ke puncak gunung tersebut. Dari pantauan gugus tugas, masih ada beberapa hal yang perlu dilengkapi oleh para petugas di Kawah Ijen sebagai syarat wisata yang aman, bersih, dan sehat,” ujarnya.

Dikatakan, salah satu hal yang perlu diperbaiki adalah para pemilik warung di pos pemberhentian terakhir yang kurang melengkapi dirinya dengan perlengkapan standar. Misalnya, ada warung yang tidak menyediakan tempat cuci tangan maupun tempat duduk pengunjung yang terlalu berdekatan.

”Memang masih ada sedikit pemilik warung yang belum menerapkan protokol kesehatan dalam melayani konsumen. Warung ini penting bagi kami karena warung-warung ini menjadi tempat transit setiap wisatawan sebelum mendaki Ijen,” kata dia.

BACA JUGA :  Nekat Buka, Tiga Tempat Dugem Surabaya Dirazia

Guntur menambahkan, kesempatan melakukan peninjauan kemarin sekaligus dimanfaatkan untuk memberikan edukasi protokol new normal di sektor wisata. ”Mulai bagaimana melayani, penataan kursi, dan tempat cuci tangan, hingga penggunaan faceshield untuk keamanan bersama. Kami ingin puluhan warung di sini sudah menerapkan,” imbuhnya.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi Purwantono mengatakan, kegiatan simulasi prakondisi tatanan baru atau new normal dilakukan selama dua hari. Dalam simulasi ini, pihaknya telah melakukan sejumlah protokol untuk menciptakan wisata yang bersih, aman, dan sehat.

”Dalam simulasi ini, kami telah mulai memberlakukan pembatasan pengunjung. Kami batasi sebanyak 225 orang. Mereka yang mendaftar melalui Banyuwangi Tourism App yang bisa diizinkan naik. Dan gratis selama masa simulasi,” ujarnya. (hen)