Wilmar Ditunjuk Pemerintah Salurkan Biodiesel

Reporter : Aries Wahyudianto - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Jakarta – Perusahaan multinasional PT Wilmar Nabati Indonesia mendapat penugasan dari pemerintah melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  (ESDM) untuk menyalurkan  Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel di 2021.

BACA JUGA :  Dana TPQ Madin Dikembalikan Tapi Ada Syaratnya, Kejari Gresik Terus Pantau

Dari alokasi biodiesel tahun 2021 sebesar 9,2 juta kilo liter (KL), PT Wilmar Nabati Indonesia mendapatkan alokasi sebesar 1,37 juta KL diikuti oleh PT Wilmar Bioenergi Indonesia sebesar 1,32 juta KL. Selain kelompok Wilmar, ada 18 perusahaan lain yang mendapat penugasan yang sama dalam penyaluran biodiesel.  Besaran tersebut akan digunakan untuk pencampuran biodiesel sebesar 30 persen ke dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar (B30).

Direktur Jenderal EBTKE Dadan Kusdiana menjelaskan adanya penurunan dalam penetapan alokasi di tahun depan dibandingkan 2020. 
“Penurunan tersebut disebabkan karena dampak pandemi covid-19 yang diperkirakan pada 2021 masih berlanjut,” kata Dadan seperti dilansir dari laman resmi Kementerian ESDM, Kamis, 24 Desember 2020.

Pertimbangan tersebut berkaca dari realisasi penyaluran biodiesel di 2020. Hingga akhir Desember 2020, sambung Dadan, proyeksi realisasi sebesar 8,5 juta KL atau 88 persen dari target yang ditetapkan sebesar 9,6 juta KL.
 
“Penyebab terjadi penurunan sebesar 12 persen salah satunya adalah adanya pandemi covid-19 dan terjadinya gagal suplai beberapa Badan Usaha BBN dalam penyaluran biodiesel,” ujar dia.
 
Terkait penyaluran di 2021, Pemerintah telah menunjuk 20 Badan Usaha (BU) BBM dan BU BBN sebagai pemasok biodiesel. Di luar kelompok Wilmar ada PT Musim Mas dan PT Cemerlang Energi Perkasa yang akan mendistribusikan biodiesel masing-masing sebesar 882 ribu KL dan 483 ribu KL. PT Batara Elok Semesta Terpadu 273 ribu KL, PT Bayas Biofuels 349 ribu KL, PT Cilandra Perkasa 259 ribu KL, PT Dabi Biofuels 173 ribu KL, PT Darmex Biofuels 116 ribu KL, PT Energi Unggul Persada 318 ribu KL, PT Intibenua Perkasatama 287 ribu KL.
 
Lalu PT Kutai Refinary Nusantara 398 ribu KL, PT LDC Indonesia 386 ribu KL, PT Multi Nabati Sulawesi 392 ribu KL, PT Pelita Agung Agrindustri 239 juta KL, PT Permata Hijau Palm Oleo 398 ribu KL, PT Sinarmas Bio Energy 364 ribu KL, PT SMART Tbk 352 ribu KL, PT SUkajadi Sawit Mekar 261 ribu, dan PT Tunas Baru Lampung Tbk 342 ribu KL.
 
Saat ini telah terdaftar 41 BU BBN yang telah memiliki izin usaha niaga BBN dengan total kapasitas 14,75 juta KL yang terdiri dari 27 BU BBN yang aktif dan 14 BU BBN yang tidak aktif. Di samping itu, terdapat satu BU BBN yang melakukan perluasan pabrik biodiesel dengan kapasitas 478 ribu KL dan tiga BU BBN yang sedang melakukan pembangunan pabrik biodiesel baru dengan kapasitas total 1,57 Juta KL dan akan mengajukan IUN BBN pada 2021. (hen)