Waspadalah Waspadalah, Penjahat Kota Probolinggo Incar Janda Bolong

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

Ilustrasi tanaman janda bolong

KLIKJATIM.Com | Probolinggo – Pelaku pencurian di Kota Probolinggo rupanya paham dengan potensi benda berharga yang sedang laku keras saat musim pandemi yaki Janda Bolong. Ya tanaman hiasa ini memang sedang naik daun, meskipun daunnya bolong-bolong. Seperti tanaman milik Sri Lestari Rahayu (23) , warga Kelurahan Kanigaran Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo ini yang kehilangan tiga tanaman Janda Bolong, tiga sekaligus.

BACA JUGA :  Obligasi ORI017, Investasi Aman dan Menguntungkan di Masa Pandemi

Tanaman yang dirawat di teras depan rumah ini dilaporkan hilang dicuri pelaku pada Jumat (14/1/2021) malam. Tiga Janda Bolong itu bukan hanya hilang sebagian, tapi hilang seluruhnya hanya menyisakan tiga bagian tanah berlubang. Sehingga, taman di halaman depan rumahnya berantakan.

“Jadi tanaman Janda Bolong itu diambil sampai ke akar-akarnya. Sehingga halaman saya berantakan. Tanahnya berhamburan ke mana-mana. Bahkan, pelakunya tidak memperbaiki lagi,” katanya.

Sri menduga, pelaku memang mengincar Janda Bolong di halaman rumahnya. sebab, sebelum Janda Bolong ngetren, semua tanaman hias di depan rumah aman-aman saja. Tapi setelah Janda Bolong digemari, tanaman itu hilang dicuri.  Tanaman hias itu sendiri, menurut Sri, selama ini dipelihara ibunya. Sementara dirinya hanya menjadi penikmat. Karena itu, ibunya pun kecewa saat tahu tiga Janda Bolong hilang dicuri.

Padahal, menurut Sri, andai pelaku meminta baik-baik, pasti ibunya memberikan. Tentunya dengan cara yang benar. Yaitu, dipotong di bagian tertentu agar bisa ditanam kembali. Bukan dicabut sampai ke akar-akarnya. “Kalau minta baik-baik ke ibu, pasti dikasih kokKan nantinya dipotongkan sama ibu. Kalau dicuri begini, rusak kan halaman orang. Itu ngambilnya dicabut sampai ke akarnya pakai sekop,” lanjut perempuan berkacamata itu.

Sri memang tidak melihat pelakunya saat mencuri menggunakan sekop. Namun, dia meyakini pelaku menggunakan sekop. Sebab, dua pekan sebelumnya dia memergoki ada orang yang membawa sekop. Orang itu jalan pelan-pelan di halamannya saat malam hari.

“Jadi sekitar dua minggu lalu saya memeroki ada orang yang bawa sekop malam-malam. Sepertinya mau curi bunga. Tapi karena kelihatan orang dia pergi,” tambahnya.

Sri pun sempat mengunggah pencurian Janda Bolong itu wall facebook-nya. Sehingga, sempat banyak yang mengomentari. Hal senada diungkap Ajeng Prastiwi, 33, warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Ajeng mengaku beberapa kali kemalingan tanaman hias. Bahkan bunganya dicuri sama potnya.

Ajeng menyebut, selama pandemi korona memang banyak orang suka berkebun. Biasanya yang digemari yaitu berkebun tanaman hias. Karena itu, tren tanaman hias meningkat. Dan salah satu akibatnya, banyak bunga yang hilang dicuri. (hen)