Waspada Virus Corona, Pemerintah Tutup Akses Sejumlah Negara ke Indonesia

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid saat melakukan wawancara dengan awak media di Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Indonesia melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi ancaman wabah virus corona. Termasuk salah satunya dengan menutup akses sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, Italia, dan Iran.

“Karena negara-negara itu sangat kuat bisa membawa wabah virus ini, sehingga perlu menjaga lalu lintas agar tidak masuk ke Indonesia,” ungkap Wakil Ketua MPR Republik Indonesia, Jazilul Fawaid di sela menghadiri pelantikan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Gresik, Minggu (8/3/2020).

BACA JUGA :  Bolak-balik Rapat, Kepastian Bantuan Warga Terdampak Corona di Kab. Pasuruan Masih Nihil

Lebih jauh dijelaskan, antisipasi terhadap sebaran virus Corona di Indonesia harus disikapi bersama. Tida hanya pemerintah, namun masyarakat juga disarankan ikut andil dengan semangat gotong royong waspada Covid-19.

“Kalau ada tetangganya sakit batuk atau terindikasi dari luar negeri kemudian sakit, silahkan dilaporkan saja ke posyandu setempat. Ini contoh kecil, barangkali yang bersangkutan kena corona sehingga bisa segera dilakukan tindakan medis,” jelasnya.

Dia pun menyadari, terkadang orang Indonesia masih ada rasa takut atau malu melapor. Tetapi dengan kondisi yang demikian untuk mengantisipasi sebaran virus Corona, maka dibutuhkan kesadaran bersama.

“Jadi sangat penting semangat gotong royong serta kerelaan dan kepedulian masyarakat, agar bisa mengantisipasi dini secara bersama-sama,” tambah pria kelahiran Bawean itu.

BACA JUGA :  Trenggalek Banjir, Kantor Kecamatan Ikut Terendam

Saat ini pemerintah juga tidak tinggal diam. Melalui Kementerian terkait sudah saling bersinergi untuk waspada terhadap virus dari Kota Wuhan, China tersebut.

“Semuanya sudah ditangani oleh badan atau kementerian yang sudah ditunjuk sesuai kewenangan masing-masing,” lanjut Jazilul.

“Jangan berlebihan, karena itu bisa menciptakan kepanikan dan kepanikan itu lebih bahaya dari penyakit itu sendiri. Kasihan sudah kena penyakit, terus ditambah panik maka dua kali sakitnya,” tandas dia, saat disinggung adanya usulan penutupan sekolah sebagai antisipasi virus Corona. (iz/nul)