Waspada Oksigen Palsu, Pembudidaya Ikan di Tulungagung Temukan Peredarannya

Reporter : Iman - klikjatim.com

Alipin saat menunjukkan tabung gas oksigen yang dibelinya.

KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Klikjatim.Com | Tulungagung – Hampir saja kelompok pembudidaya ikan Koi yang tergabung dalam Sol Koi merugi, pasalnya oksigen di dalam tabung gas berwarna hitam yang baru saja dibelinya dari Pacitan ternyata berisikan oksigen palsu.

BACA JUGA :  Tuntut Kompensasi, Warga Desa Sembayat Gelar Unjuk Rasa di Lokasi Proyek Pipanisasi PDAM Gresik

Ketua Kelompok Sol Koi, Alipin mengatakan, kecurigaanya muncul saat diirnya melihat ikan koi miliknya yang akan dipaketkan keluar kota dan telah dimasukkan ke dalam plastik berisi air dan gas dari dalam tabung tersebut tiba tiba lemas.

Padahal dengan menggunakan oksigen asli yang selama ini digunakannya, ikan bisa bertahan hingga 24 jam. 
“Ini baru 15 menit,ikan sudah lemas, untungnya bisa langsung diganti dengan cadangan yang saya punya,”ujarnya.

Mengetahui kejadian ini, dirinya langsung berinisiatif mengganti gas yang telah dimasukkan kedalam plastik dengan oksigen dari tabung cadagan yang dimilikinya. “Langsung saya ganti ganti yang sudah dimasuki gas tadi,” terangnya.

Alipin mengakui, untuk membuktikan isi gas dalam tabung hitam yang dibelinya tersebut, dirinya melakukan percobaan. Yaitu dengan memasukkan gas dari tabung hitam ke dalam plastik bening kemudian menyulutnya dengan rokok, hasilnya plastik berlubang dan udara di dalamnya keluar.

“Yang dari tabung hitam ini, plastiknya ndak ikut terbakar, hanya berlubang saja trus gasnya keluar,” ucapnya.

Sedangkan percobaan yang sama dilakukan dengan mengisi gas oksigen asli ke dalam plastik bening, kemudian saat plastik disulut rokok, tiba tiba plastik ikut terbakar. “Kalau yang dari oksigen asli ini langsung terbakar,” ungkapnya.

Mengetahui kejadian ini, pihaknya langsung menghubungi teman lainnya yang sama sama membeli oksigen dari Pacitan, agar tidak menggunakannya dan memilih menggunakan oksigen cadangan. “Lha katanya kan teman saya beli untuk orang sakit, makanya langsung saya kasi tau dia, biar gak dipakai,”ucapnya.

Dirinya berharap masyarakat bisa lebih waspada saat membeli oksigen, mengingat saat ini kebutuhan oksigen sedang meningkat di masa pandemi ini. (rtn)