Warga Yang Positif Covid Gelar Kenduren, Satu Dusun di Pacitan Diisolasi

Reporter : Redaksi - klikjatim

Anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas Pacitan memasang spanduk isolasi di salahsatu dusun di Kecamatan Tegalombo yang ada warganya terkonfirmasi Covid menggelar kenduren.

KLIKJATIM.Com | Pacitan – Gara-gara seorang warga terkonfirmasi positif Covid-19 menggelar kenduren (selamatan), warga satu dusun di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan diisilasi oleh Gugus Tigas Covid desa setempat. Selain isolasi, Gugus Tugas COVID-19 Pacitan melakukan pemeriksaan rapid dan tracing untuk menelusuri kontak warga dengan pasien Covid-19.

BACA JUGA :  Temperatur Mobil Baru Panas, Akhirnya Wuling Almaz Terbakar di Tol Gempol Pandaan

Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Pacitan sekaligus Kapolres Pacitan, AKBP Didik Hariyanto menerangkan, warga Kecamatan Tegalombo yang terkonfirmasi corona selama ini bekerja di Surabaya . Saat ini perempuan berusia 28 tahun tersebut menjalani karantina di wisma atlet, Jalan WR Supratman, Pacitan.

Dikatakan, begitu pihaknya mendapat informasi langsung dari Gugus tugas Surabaya terkait status pasien. Selanjutnya, Gugus Tugas COVID-19 Pacitan bersama babinsa dan bhabinkamtibmas langsung mengevakuasi pasien ke wisma atlet. Saat ini, lanjut Didik, beberapa orang anggota keluarga yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien menjalani isolasi mandiri.

Termasuk di antaranya, kata dia, tetangga sekitar yang diduga pernah berinteraksi dengan pasien bersangkutan. Sebagian dari mereka juga dijadwalkan menjalani swab test. “Dan kami dari Polres Pacitan memberikan sedikit bantuan. Semoga bermanfaat selama mereka menjalani isolasi mandiri,” ujar Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pacitan

BACA JUGA :  Warga Gresik Diimbau Tidak Kendor Untuk Patuh Protokol Kesehatan

Sementara itu H Masduki, Kepala Desa tempat tinggal perempuan ini menjelaskan, warganya memang sering keluar masuk desa karena bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Surabaya. “Ketika dia datang ke sini ndak ada yang tahu terdampak (Corona) apa ndak,” terang H Masduki.

Dijelaskan, sejak dua pekan lalu perempuan tersebut pulang kampung atas permintaan suaminya. Sebab si suami hendak merantau ke luar Jawa. Menjelang keberangkatan suami merantau, keluarga itu menggelar kenduri. Warga sekitar pun diundang. Beberapa hari usai melepas keberangkatan suaminya, perempuan tersebut kembali ke Surabaya.

Hanya saja yang warganya ini tidak melengkapi diri dengan Surat Keterangan Bebas COVID-19. Setibanya di Kota Pahlawan, dirinya menjalani swab test dengan hasil positif. “Malam Sabtu dia kembali ke sini, kurang lebih jam 10 dibawa ke wisma atlet,” katanya.

Pascatemuan kasus baru tersebut, pemerintah desa bersama forkompimcam langsung mengambil langkah isolasi. Yakni dengan menutup sejumlah akses penghubung ke dusun tempat tinggal pasien. Hal ini bertujuan mencegah penularan ke warga lain.(hen)