Warga Purwosari Keluhkan Dugaan Pungli Program PTSL

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

Ilustrasi pungli program sertifikasi tanah

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Sejumlah warga Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan mengeluhkan adanya dugaan praktik pungutan liar (Pungli)  pada Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

BACA JUGA :  Mulai Senin Besok 15 SMP Negeri dan Swasta di Kota Surabaya Gelar PTM Terbatas

Meski diklaim gratis, faktanya warga harus membayar Rp 700 ribu sampai Rp 1,5 juta per satu bidang yang didaftarkan.

Di sisi lain, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil, Kabupaten Pasuruan rupanya sudah mendengar kasus tersebut. Bahkan kabarnya korps Adhiyasa sudah memanggil sejumlah pihak diantaranya panitia PT SL dan perangkat desa setempat. 

Sumiati (47) warga Desa Cendono, Kecamatan Purwosari mengalami pungutan tersebut. Menurut dia, sejak awal disosialisasikan, pihak desa menyampaikan jika pengurusan PTSL hanya dikenai biaya Rp 150 sampai Rp 200 ribu. Biaya itu sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Saya kaget ketika mau mendaftarkan dimintai Rp 1,5 juta. Padahal waktu sosialisasi kan cuma Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu,” keluhnya.

Ia menduga pungutan itu dilakukan oleh oknum panitia PTSL yang dibentuk di desa. Menurutnya, biaya itu dibebankan agar proses pengurusan sertifikat berlangsung lebih cepat.

“Si panitia ini datang ke rumah-rumah warga. Kalau mau ingin cepet ia (panitia) proses sertifikatnya harus membayar sejumlah uang,” ucapnya.

Serupa juga dialami yanto (47) warga setempat. Ia mengaku dimintai biaya Rp 1 juta untuk pengurusan sertifikat tanahnya seluas 145 meter persegi. “Awalnya dimintai Rp 200 ribu, tapi kenyataanya dimintai biaya tambahan lagi,” pungkasnya.  (rtn)