Warga Munjungan Trenggalek Nekat Gelar Hajatan, Dibubarkan Satgas Covid-19 dan Dites Swab

Reporter : Iman - klikjatim.com

Pembubaran hajatan di Trenggalek

KLIKJATIM.Com I Trenggalek – Warga Munjungan Trenggalek nekat menggelar hajatan di masa PPKM Level 4. Akibatnya, acara tersebut dibubarkan Satgas Covid-19 Trenggalek. Bahkan, warga yang hadir juga diswab.

BACA JUGA :  Satpol PP dan Linmas Ulang Tahun, Diharapkan Meningkatkan Kinerja Pencegahan Covid-19

Kepala Satpol PP Trenggalek Triadi Atmono menjelaskan, operasi penertiban tersebut dilakukan di tiga titik di Kecamatan Munjungan. Pihaknya menjumpai masih banyak warga yang nekat menggelar pesta pernikahan, padahal sesuai ketentuan selama masa PPKM level 4, secara tegas telah dilarang.

“Jadi sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 24, kemudian Keputusan Gubernur Jatim Nomor 418 serta Keputusan Bupati Trenggalek Nomor 383,” imbuhnya, Jumat (30/7/2021).

Terkait maraknya hajatan, pihaknya mengaku mendapat pengaduan dari masyarakat. Satgas COVID-19 Trenggalek akhirnya turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penertiban.

“Kami bersama unsur tiga pilar turun langsung untuk melalukan penertiban. Sebelum kami tertibkan, penyelenggara hajatan sudah mendapat edukasi dari satgas di tingkat desa, namun masih nekat menggelar hajatan,” tandasnya.

Dikatakan, proses pembubaran hajatan tersebut dilakukan dengan tertib. Pihaknya mengklaim tidak ada perlawanan dari penyelenggara hajatan maupun masyarakat yang lain. “Penertiban kami lakukan secara humanis, masyarakat kami jelaskan secara pelan-pelan. Kami bersyukur mereka bisa menerima,” tambahnya.

Dalam penertiban hajatan itu Satgas COVID-19 juga menggandeng dinas kesehatan, untuk melakukan swab antigen terhadap penyelenggara hajatan maupun tamu undangan yang datang.

“Yang di-swab antigen itu di setiap titik ada sekitar 10 orang, terdiri dari penyelenggara hajatan, kemudian yang rewang, pelayan maupun tamu undangan,”  terangnya.

Plt Camat Munjungan, M Hartono mengungkapkan, dari puluhan sampel swab yang diperiksa, terdapat satu orang yang dinyatakan reaktif.

“Ada satu orang yang reaktif, saat ini telah ditangani oleh Puskesmas Munjungan, sesuai prosedur penanganan COVID-19,” pungkasnya. (*)