Warga Gresik Tolak GJOS Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Gelora Joko Samudro Gresik.

KLIKJATIM.Com | Gresik–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah memastikan Stadion Gelora Joko Samudro (GJOS) bakal dijadikan tempat isolasi pasien covid-19. Bahkan, pemerintah juga telah menyiapkan anggaran ratusan juta untuk menyediakan tempat tidur.

Asisten Administrasi Umum dan Pemerintahan, Tursilowanto Hariogi mengatakan, Pemkab Gresik telah menyiapkan anggaran Rp 1 miliar untuk merubah G-Jos menjadi pusat rehabilitasi Covid 19.

“PDP yang saat ini di rawat di RS Gresik jumlahnya sangat banyak. Mau tidak mau kami harus menyiapkan RS darurat,” kata Tursilo.

BACA JUGA :  Ikuti Isbat Nikah, 450 Pasangan Suami Istri di Jember Telah Sah Secara Hukum Negara

Dikatakan, Pusat rehabilitasi Covid G-Jos memiliki kapasitas 140 tempat tidur (TT) dan 20 ruang penunjang. Ruangan penunjang itu nantinya akan difungsikan sebagai ruang obat, ruang laboratorium, ruang olahraga, ruang safecare bahkan ruang cuci atau laundry.

“Semua orang yang kami rujuk dirawat di G-Jos adalah PDP yang menunjukkan trend kesembuhan diatas 70 persen. Artinya dia sudah sehat dan tidak memerlukan alat bantu pernafasan,” jelasnya.

Yang lebih menarik, para pasien Covid 19 nantinya setiap hari akan mendapatkan treatment sekaligus olahraga di area stadion. Langkah ini untuk mendukung kesembuhan pasien.

“Kami targetkan 10 hari selesai. Namun dalam perencanaan kami pasang target 2 minggu kedepan,” tandasnya.

Di tempat lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pemkab Gresik, Gunawan Setijadi menambahkan, saat ini pihaknya tengah mencari kontraktor yang mampu merubah ruang-ruang yang ada di G-Jos menjadi pusat rehabilitasi.

“Karena ini sifatnya tanggap darurat sehingga tidak memerlukan lelang. Langsung penunjukan,” kata Gunawan.

Model yang akan diterapkan di G-Jos yaitu satu ruangan akan diisi dengan puluhan tempat tidur yang dipisahkan oleh sekat-sekat. Nantinya pasien yang baru masuk akan dipisahkan dengan pasien yang akan keluar atau sudah sembuh. “G-jos sudah jauh dari mana-mana sehingga apabila ada penolakan itu alasan yang mengada-ada,” tandasnya.

Rencana tersebut langsung menuai penolakan dari warga Desa Segoromadu. Warga memasang spanduk berwarna putih dengan tulisan cat semprot bewarna hitam berisi penolakan stadion GJOS menjadi lokasi rehabilitasi pasien positif covid-19 di Gresik pada Kamis (4/6/2020). Spanduk itu dipasang di pagar pintu masuk stadion.

BACA JUGA :  Maksud Hati Ingin Balikan, Cinta Ditolak Penculikan Bertindak

Kepala Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Eko Wahyudi menambahkan warga di daerahnya menolak dengan keras rencana Stadion Gjos menjadi lokais rehabilitasi pasien positif covid-19. Sebab, banyak warganya yang bekerja disana. Mulai dari di UPT Stadion Gejos bahkan keamanan.

“Iya benar warga menolak, karena banyak warga kerja di UPT dan keamanan,” kata dia.

Mereka khawatir akan menularkan virus ini kepada keluarga atau lingkungan sekitar rumah. Apalagi wilayahnya masih hijau alias belum ada pasien positif covid-19. Keberadaan spanduk itu tidak bertahan lama. Siang hari, sudah tidak terlihat keberadaan spanduk tersebut. (hen)