Warga Gresik Kisruh Saling Tutup Jalan

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Warga membuka kembali akses jalan yang ditutup sebagai aksi balasan kepada pemilik lahan, Sunari. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Keputusan Sunari, warga Jalan Kapten Darmo Sugondo RT 2 RW 1 Kelurahan Indro, Kecamatan Kebomas, Gresik yang menutup akses jalan alternatif di lahan miliknya berujung protes. Pasalnya warga sekitar tidak terima dengan sikap pria 70 tahun tersebut.

Sontak puluhan warga akhirnya membalas dengan menutup akses jalan lain yang menjadi lewatan Sunari. Aksi balasan ini terjadi sekitar pukul 10.00 Wib, Minggu (5/4/2020).

Pantauan di lapangan, penutupan akses jalan perkampungan menuju rumah Sunari ini dipasang palang menggunakan kayu. Lalu, warga juga memasang banner bertuliskan ‘Darurat Corona’.

BACA JUGA :  Diberlakukan PSBB, Pemkab Gresik Sediakan Sembako Hingga 372 Ribu Gakin

Akibat aksi balasan ini sempat terjadi ketegangan. Tak lama kemudian, polisi dan petugas dari kecamatan setempat pun datang ke lokasi.

Agus Hariono (40), Ketua RT 2 Kelurahan Indro mengatakan, protes ini sejatinya sudah lama dipendam. Karena warga resah setelah jalan alternatif yang biasa dilewati ditutup, tepatnya di lahan miliknya Sunari.

Penutupan jalan oleh pemilik lahan ini sudah berlangsung beberapa bulan lalu, dan baru disikapi warga sekarang. “Ada tiga jalan tembusan, kami minta agar bisa dilewati kembali untuk jalan kampung. Jangan ditutup akses jalannya, intinya warga minta jalan segera dibuka. Tidak usah ditutup,” terang Agus saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, ada sekitar 20 KK warga yang tidak bisa lewat akibat penutupan jalan oleh Sunari. “Kalau ditutup warga putar nyebrang ke RT yang lain. Jadi kasihan, warga kesulitan untuk keluar dan masuk rumahnya,” ujar dia.

BACA JUGA :  Dua Minggu Berjuang Lawan Covid-19, Kepala Puskesmas Gending Berpulang

Dan akhirnya perseteruan ini bisa dimediasi. Sunari selaku pemilik lahan bersedia membuka kembali akses jalan alternatif tersebut.

Sementara itu, pemilik lahan Sunari mengaku, ide penutupan akses jalan alternatif tersebut karena merasa terganggu dengan pengguna jalan. Banyak pemotor yang melintasi jalan membuatnya bising, di tengah dirinya sedang sakit.

“Intinya kalau mau melintas permisi dulu yang sopan. Juga jangan mengaku-ngaku, itu tanah milik saya bukan milik desa,” kata Sunari di hadapan warga. (iz/nul)