Warga Gresik Ini Tangani Diabetes Sang Ibunda dengan JKN

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Ilustrasi: Pemanfaatan JKN untuk penanganan diabetes. (ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional (Program JKN) membuat Ahmad Ahkamul Arif lebih tegar menjalani ketetapan Tuhan atas sang ibunda tercinta yang didiagnosis mengalami penyakit Diabetes sejak 2010 silam. Diabetes sendiri merupakan penyakit kronis dengan jangka waktu panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah hingga di atas nilai normal. 

“Sejak ada Program JKN keluarga kami tidak lagi mengeluarkan biaya untuk pengobatan Ibu. Kami cukup membayar iuran Program JKN setiap bulannya untuk kelas 3, dengan jumlah iuran satu keluarga yang terjangkau namun kami bisa mendapatkan manfaat yang biayanya berkali-kali lipat lebih mahal. Kami sangat bersyukur, dan optimis Ibu bisa terus mendapatkan pengobatan terbaik dengan Program JKN,” ucap Arif. 

Pemuda 24 tahun ini menceritakan bahwa perawatan sang ibunda dilakukan secara rutin selama satu kali dalam satu bulan. Ia juga mengatakan bahwa pelayanan yang selama ini ia rasakan sangat baik. 

“Alhamdulillah selama ini petugas medis yang menangani selalu ramah. Alur dan layanan administrasi di fasilitas kesehatan juga tidak rumit. Saya sebagai peserta JKN sangat puas dan berterima kasih karena telah menjadi penolong keluarga kami,” ujarnya.

Bagi Arif, adanya perbedaan pelayanan antara peserta umum dengan peserta JKN hanya persepsi masyarakat belaka. Pasalnya, ia tidak pernah merasakan adanya perbedaan tersebut.

“Tidak ada perlakuan yang berbeda terhadap kami. Mulai dari prosedur hingga obat-obatan semua diberikan sesuai kebutuhan, tanpa melihat ini pasien JKN atau umum. Mungkin perbedaannya jika pasien umum membayar mahal, jika pasien JKN tidak perlu membayar,” tegas Arif. 

Warga asal Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik ini menyampaikan bukan hanya sang ibunda yang merasakan manfaat Program JKN yang tiada batas, melainkan ia sendiri dan anggota keluarga lainnya. Menurutnya, JKN ini tepat dimiliki untuk jaminan waktu sakit yang datangnya tidak dapat diprediksi.

“Saat saya ataupun anggota keluarga ada yang merasa badan tidak fit, kami langsung memeriksakan ke klinik. Untuk biayanya kami tidak perlu membayar lagi termasuk obatnya juga. Jadi kami sangat terbantu, apalagi kondisi cuaca sekarang yang sudah mulai masuk musim hujan sehingga rawan sakit,” katanya. 

Dengan menjadi peserta JKN ini, Arif jauh merasa lebih aman. Ia pun berharap agar Program JKN dapat terus menebar manfaat sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat tertolong saat membutuhkan biaya kesehatan yang besar. (*)