Wali Kota Batu Siapkan Personel Siaga Hadapi Badai La Nina

Reporter : Ali Ibrahim - klikjatim.com

Wali Kota Batu Dewanti Rumpooko saat melihat kesiapan pasukan siaga La Nina.

KLIKJATIM.Com | Batu – Pemerintah Kota Batu telah mempersiapkan diri dengan menyiagakan personel menghadapi badai La Nina. Untuk itu, Pemkot Batu mengggelar Apel Siaga Darurat Bencana Daerah 2020, di Balai Kota Among Tani Kota Batu, Jumat (20/11/2020).

BACA JUGA :  Bupati Faida : Fokus Bantu Warga Yang Belum Terima Bansos

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyebutkan, Pemkot Batu telah menyiagakan 1.100 personel gabungan. Mereka terdiri dari ormas dan aparatur. Yakni BPBD, Tagana, TNI, Polri, Dinkes, pemadam kebakaran, hansip, pramuka, satpol PP, Dishub, dan PMI. Penyiagaan ini dilakukan untuk menekan terjadinya korban jiwa akibat puncak musim penghujan yang di mulai sejak Desember depan.

Dewanti Rumpoko menghimbau agar warga selalu waspada. Kewaspadaan ini perlu selalu dijaga untuk menghadapi bencana banjir ataupun longsor. “Selain meningkatkan kewaspadaan, saya juga menghimbau agar masyarakat menjaga lingkungannya,” ujar Dewanti. Ditambah lagi ia mengungkapkan agar warganya senantiasa berdoa memanjatkan perlindungan dan pertolingan dari bencana.

Berdasarkan data dari BPBD ada 23,6% lahan di Kota Batu yang berpotensi terkena La Nina. “Tugas kita mengedukasi dan mensosialisasi pada masyaralat agar saling menjaga,” tegas Dewanti.
Dewanti juga mengatakan bahwa pihaknya mempunyai tugas utama yakni menjaga lingkungan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan. Jika sebagian besar wilayah indonesia akan terdampak la nina pada akhir tahun 2020 hingga awal 2021. Dampak fenomena tersebut akan di rasakan di 29 provinsi kecuali Sumatera.

Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu mengatakan, ancaman badai La Lina ini membuat puncak musim penghujan yang harusnya terjadi di bulan Januari sampai Februari bisa maju pada Desmber nanti. Potensi terbesar akibat badai la nina adalah longsor. Mengingat Kota Batu adalah daerah pegunungan yang berada di dataran tinggi serta kontur tanahnya yang miring.

Saat ini Kota Batu memiliki 15 desa siaga bencana dari 24 desa yang ada di Kota Batu. Artinya ada 9 desa yang belum memiliki status tersebut. “Namun, BPBD juga membentuk FPRB (Forum Pengurangan Resiko Bencana) yang setiap forumnya, memiliki anggota 30 personel relawan,” pungkasnya. (hen)