Wagub Jatim Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi ke Daerah, Gresik Masuk Prioritas

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak didampingi Wabup Gresik, M Qosim saat memberikan keterangan kepada awak media di RSUD Ibnu Sina Gresik. (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak memastikan pelaksanaan vaksinasi untuk kabupaten/kota di Jawa Timur yang dimulai per hari ini dapat berjalan dengan lancar, Jumat (15/1/2021). Salah satunya di Kabupaten Gresik yang termasuk skala prioritas berdasarkan instruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

BACA JUGA :  PPKM Diperpanjang, Anggota Satlantas Gresik Dikerahkan Turun Jalan

“Tadi pelaksanaan berjalan lancar dan kami tadi sudah melihat health screening (pemeriksaan kesehatan, red) yang dilakukan untuk mengetahui siapa yang bisa mengikuti dan yang belum memenuhi kriteria. Dan, itu tadi dilakukan dengan sangat cermat,” ujar Wagub Emil saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Gresik yang digelar di Lantai 2 Poli VIP RSUD Ibnu Sina Gresik.

 

“Saya diutus Ibu Gubernur dan mendapatkan arahan khusus dari Ibu Gubernur. Semoga ini bisa menjadi awal yang baik bagi Gresik untuk melakukan vaksinasi,” lanjutnya.

Untuk jatah vaksin Gresik adalah 7.800 dosis sesuai jumlah tenaga kesehatan (nakes). Tapi alokasi saat ini masih 5.920 dosis dan baru dikirim 3.000 dosis. Jika nanti sudah digunakan mendekati alokasi 3.000, maka sisanya akan dikirim lagi.

“Di Jawa Timur kita sedang menunggu pengiriman kedua 120.000 dosis vaksin dari Kemenkes,” ujarnya. 

Vaksinasi yang sudah dilakukan kepada para tokoh di Gresik ini diharapkan bisa menjadi teladan. Memang diakui ada beberapa tokoh yang mungkin belum divaksin karena tidak masuk kriteria.

“Vaksin ini sudah dinyatakan aman oleh BPOM dan halal oleh MUI melalui proses yang memenuhi kaidah ilmu medis dan sudah dipantau WHO,” pungkasnya.

Wabup Kabupaten Gresik, Moh Qosim mengatakan, terkait pelaksanaan vaksinasi ini sudah dilakukan koordinasi dengan seluruh elemen masyarakat yang ada di daerah setempat. “Tadi ada 10 orang yang divaksin, pertama dari Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Darah), kemudian tenaga kesehatan dan sisanya tokoh-tokoh agama. Selanjutnya nanti akan dilakukan mulai Senin di Posko Vaksinasi di Puskesmas Alun-alun Gresik,” imbuhnya.

“Kemudian nanti Senin (18/1/2021) yang diprioritaskan pada tenaga kesehatan dan insyaallah TNI-Polri atau garda terdepan pencegahan Covid-19,” tambahnya.

Dijelaskan, untuk pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas Alun-alun juga akan bersinergi dengan RSUD Ibnu Sina. “Kemudian 56 Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) dengan tenaga pelayanan profesional yang sudah terlatih,” lanjutnya.

Bagi peserta yang akan divaksin juga akan dilakukan screening terlebih dulu. Jika tensi darahnya naik terlalu tinggi atau kondisi kurang fit, maka tidak akan dilakukan penyuntikkan vaksin. 

“Jangan sampai tahu-tahu tensinya naik. Jadi semuanya dilakukan dengan hati-hati, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Jakarta dan Jatim,” tutup Qosim. (nul)