Wagub Emil Sebut Malang Episentrum Talenta Digital dan Kreatif

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Malang – Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak meninjau dua studio animasi karya anak negeri yang mendunia di Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Singhasari, Kabupaten Malang, Kamis (25/2/2021).

BACA JUGA :  Penyaluran BLT-DD Tahap I Bojonegoro Tuntas 100%

Dua studio animasi tersebut yakni Studio Animasi Hompimpa di kawasan Kaliurang dan Roleplay Studio Animasi di Lowokwaru, Malang. Pada kesempatan itu, Emil didampingi Direktur KEK Singhasari David Santoso sekaligus berdiskusi terkait proses pembuatan animasi.

“Saya terkesan sekali dengan apa yang sudah mereka lakukan. Kunjungan ke dua studio animasi ini, karena mereka sudah memiliki client internasional. Ini akan mejadi jangkar dari pengembangan pusat film dan animasi di KEK Singhasari,” ujarnya.

Konten animasi tersebut, kata dia, menjadi investasi pertama yang masuk ke KEK Singhasari, maka animasi tersebut akan disinergikan dengan pengembangan pusat vokasi digital dan kreatif yang dikembangkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Hal itu untuk melengkapi ekosistem pendidikan SMK di Jatim.

“Ini sudah ada di Perpres 80. Dan kemarin atas arahan Ibu Gubernur juga, kami sudah melakukan pemaparan dalam Rakor Gubernur dan Menteri Bappenas, mengenai prioritas program 2022. Kami berterimakasih kepada KEK Singhasari yang sudah menyampaikan itikad baiknya untuk memberikan kontribusi lahan untuk pembangunan pusat vokasi tersebut,” jelas Emil.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan Kabupaten Malang yang memiliki gudang pencetak animator. Ini ditunjang dengan keberadaan SMKN 4 Kota Malang yang memiliki predikat sekolah dengan pendidikan konten animasi terbaik secara nasional.

“Malang ini adalah episentrum talenta digital dan kreatif. SMKN 4 Malang justru mengirimkan talentanya ke Batam dan mereka mendambakan bisa di sini. Dengan adanya KEK, kita membangun rumah sendiri bagi talenta kita,” jelasnya.

Sementara saat diskusi dengan para kreator animasi di Malang, Emil juga membahas gagasan sebuah area magang bagi kreator animasi yang terintegrasi dengan industri. Rencananya, itu akan diwujudkan dalam sebuah komunitas yang mencakup ribuan orang. Termasuk di dalamnya dikembangkan sebuah co living space atau hunian bersama yang mampu menekan biaya sewa dan layanan yang mahal.

Dengan adanya KEK, dirinya berharap industri animasi yang terpecah-pecah di Kota Malang dapat terakomodir, sekaligus menjadi kesatuan cluster. Sehingga, kawasan tersebut menjadi kawasan animasi yang terintegrasi untuk konten creator.

Sementara David Santoso menambahkan, Hompimpa Studio Animasi dan Roleplay Studio Animasi menjadi salah satu tenant yang tergabung dalam KEK di bidang konten. Menurutnya, hal ini suatu kebanggaan, karena kedua studio animasi tersebut memiliki karya yang telah mendunia di puluhan negara seperti China, Korea, Malaysia dan beberapa negara lainnya.

Dengan terintegrasi bersama dengan KEK, diharapkan kedua studio produksi anak negeri ini dapat lebih mengembangkan kreatifitas. Sehingga, pengembangannya lebih terakomodir, dan mendapatkan hasil yang lebih maksimal untuk industri kreatif di Jatim secara internasional.

“Sebelumnya teman-teman ini sudah kami bawa ke Dirjen Bea Cukai untuk memanfaatkan proses bea masuk. Selain itu juga sudah ke Direktur Jenderal Pajak, untuk diberikan pendampingan mengenai proses menikmati fasilitas perpajakan, dari tax insentif dan lain sebagainya,” imbuh David.

Selain itu, tidak kalah, KEK juga telah melakukan koordinasi bersama dengan Dinas Pendidikan Malang dan Kementerian Pendidikan melalui Memorandum of Understanding (MOU). Usaha itu untuk membuat suatu sarana pendidikan unggul yang mengkhususkan kegiatan digital.

KEK juga telah melakukan hilirisasi untuk memasarkan produk konten creator di beberapa stasiun TV dan media lain. Termasuk juga untuk mengakomodir karya para kreator baik secara nasional dan internasional.

“Rencananya semester satu ini akan tayang perdana di stasiun TV China, animasi karya anak negeri milik Indonesia, dan kita akan mengembangkan lebih lanjut. Hal ini juga berdampak dengan kaitan kebutuhan industri kecil yang akan otomatis juga menyediakan mainan, merchandise seperti tas, kaos dan ini merupakan pemanfaatan proses KEK secara baik,” jelas David.

Kata dia, hal ini sesuai dengan tujuan KEK Singhasari yang ingin mewujudkan pengembangan teknologi berbasis digital. Yakni mencakup computing, content dan commerce. Di mana salah satu bagiannya ialah animasi, film dan desain komunikasi visual yang akan terus dikembangkan agar menjadi industri di KEK Singhasari Malang. (mkr)