Waduh Gawat Pasir Laut Pulau Bawean akan Ditambang Besar-besaran

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Warga Bawean saat menikmati keindahan alam dengan pasir puitihnya. faiz/klikjatim,.com

KLIKJATIM.Com | Gresik – Rencana pengambilan pasir secara besar-besaran di disekitar Pulau Bawean membuat resah. Selain akan membuat rusak wilayah konservasi. Mata pencarian warga Bawean dari hasil laut dipastikan tergangu.Terlebih saat ini Pulau Bawean menjadi ekowisata laut. Pengerusan pasir akan keindahan alam Bawean.

BACA JUGA :  Pasien Sembuh Covid di Gresik Tambah 28 Orang, Satu Pengusaha Bawean Positif

“Di Bawean sendiri masyarakat yang mengambil pasir di tepi laut menjadi polemik, apalagi ini ada proyek besar atas nama negara, kami akan terus menolak,” tegas aktivis mahasiswa M. Asep Maulidi, Rabu (16/8/2020).

Hal sama juga dikatakan oleh legislatif DPRD dapil Bawean Musa mengatakan, pihaknya secara pribadu menolak proses penambangan pasir di Pulau Bawean. Politisi Partai Nasdem ini mempertanyakan apakah tidak ada alternatif lain selain Bawean.

“Proyek tetsebut tentu akan merusak ekosistem kekayaan laut Pulau Bawean, dan juga ada gerakan dari rakyat untuk melakukan perlawanan, kenapa harus Pulau Bawean, di lokasi lainnya kan bisa,” kata Musa.

Menurut Musa, pihaknya secara politik akan berusaha memperkuat penolakan agar perizinan proyek tersebut tidak keluar. “Kami di Pemerintahan akan selalu mendukung dan akan tetap menolak proyek nasional di Pulau Bawean,” jelasnya.

Sebelumnya telah digelar rapat koordinasi pemberian rekomendasi terhadap rencana penambangan pasir laut oleh PT. Putra Bangsa Gema Namaskara di Perairan Pulau Bawean Kabupaten Gresik. Rapat berlangsung dirapatkan di Ruang Rapat Nautica III, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim pada tanggal 8 September 2020. Hadir jajaran muspika dan tokoh serta kepala Desa Pulau Bawean. Diketahui, wilayah perairan konservasi Bawean yang menjadi sasaran penambangan yakni, Gili Noko, Pulau Cina, Pantai Ria, dan wisata laut lainnya . (rtn)