Wabup Sidoarjo Pimpin Apel Gabungan Siaga Bencana, Ratusan Personil Disiapkan

Reporter : Catur Rini - klikjatim.com

Wabup Sidoarjo Subandi meninjau persiapan BPBD

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Ratusan personil dari berbagai instansi pemerintah Kabupaten Sidoarjo disiagakan dalam apel gelar pasukan mengantisipasi bencana. Apel gabungan yang dipimpin Wakil Bupati Sidoarjo H. Subandi SH digelar di Halaman Mapolresta Sidoarjo, Senin, (25/10). Personil gabungan tersebut terdiri dari anggota Polresta Sidoarjo, Kodim 0816 Sidoarjo, Dinas Perhubungan Sidoarjo, Satpol PP Sidoarjo serta BPBD Sidoarjo dan petugas PMK.

BACA JUGA :  Tambah Layanan Kedaruratan, Wali Kota Eri Sulap Kendaraan Dinas jadi Mobil Jenazah

Peralatan penanggulangan bencana juga ikut disiapkan dalam apel yang dihadiri Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Muhammad Iswan Nusi serta Ketua DPRD Sidoarjo H. Usman M.Kes dan Kepala Pelaksana BPBD Sidoarjo Ir. Dwijo Prawito M.MT.

Dalam sambutannya, Wabup H. Subandi mengatakan Kabupaten Sidoarjo menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur yang sering dilanda bencana. Khususnya bencana alam hidrometeorologi seperti banjir maupun angin puting beliung.

Meningkatnya intensitas bencana alam hidrometeorologi tersebut dipengaruhi berbagai faktor. Seperti meningkatnya jumlah penduduk, urbanisasi, degradasi lingkungan, kemiskinan serta pengaruh perubahan iklim global.

“Dan tidak bisa dipungkiri intensitas dan kompleksitas bencana di era modern ini telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan dan kerugian yang besar,”ucapnya di hadapan peserta apel.

Melihat hal itu lanjut Wabup H. Subandi, diperlukan kewaspadaan dini menghadapi potensi bencana. Terlebih yang saat ini akan memasuki musim penghujan. BMKG memprakirakan pada bulan November wilayah Kabupaten Sidoarjo akan memasuki musim penghujan. Puncaknya pada bulan Januari hingga Februari tahun 2022. Bahkan BMKG melihat kemungkinan adanya peningkatan intensitas curah hujan. Hal tersebut dikarenakan adanya pengaruh badai La Nina yang dapat memicu peningkatan curah hujan hingga 20 sampai 70 persen.

“Dengan adanya potensi peningkatan curah hujan pada periode musim hujan maka perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjutan dari curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi,”ujarnya.

Wabup H. Subandi mengatakan bencana alam merupakan sesuatu yang sulit di prediksi. Namun dapat diantisipasi untuk meminimalisir dampaknya. Oleh karenanya dibutuhkan sinergi dan konsolidasi semua pihak. Seperti yang dilakukan melalui apel gelar pasukan dalam rangka antisipasi bencana.

“Pelaksanaan apel ini juga menjadi bukti komiten kita bersama dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana alam serta untuk memberikan bantuan secara optimal kepada masyarakat yang terdampak bencana,”ujarnya. (bro)