Viral Vidio Penangkapan Suami-Istri Tersangka Kasus UU ITE, Ini Penjelasan Polisi Sidoarjo

Reporter : Satria Nugraha - klikjatim.com

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Wahyudin Latif (kiri) menunjukkan foto penangkapan dua tersangka yang viral di medsos. Satria Nugraha/klikjatim

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Guntual Laremba dan istrinya, Tuti kembali viral di media sosial. Kali ini, anak mereka menayangkan secara live proses penangkapan Guntual Laremba dan Tuti Rahayu atas kasus pencemaran nama baik oleh PN Sidoarjo. Polisi memberi klarifikasi atas viralnya vidio penangkapan yang diunggah akun @sintaangelica.  

BACA JUGA :  Bambang Haryo dan Taufiqulbar Klaim Menang di Sidoarjo

Berdasarkan rekaman tersebut terlihat ada upaya penolakan tersangka. Ada aksi tarik menarik antara petugas kepolisian dengan tersangka dan keluarganya. Pihak keluarga terus berusaha menolak, namun polisi tetap memaksa melakukan penangkapan.

Penggungga vidio terlihat pemegang ponsel yang sedang live sambil menangis. Keluar rumah dan sempat minta tolong ke warga terkait penangkapan yang dilakukan petugas kepolisian kepada orangtuanya.

Beberapa waktu kemudian, akun yang sama menyiarkan secara live dirinya menuju kantor polisi. Di dalam mobil, perempuan itu menceritakan beberapa kronologi terkait video yang dipostingnya.

Menurut keterangan polisi, dua tersangka yang ditangkap pitu adalah Guntual Laremba dan Tuty Rahayu. Pasangan suami istri yang sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh petugas Sat Reskrim Polresta Sidoarjo sejak tahun 2019 silam.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Wahyudin Latif mengatakan keduanya  lama ditetapkan menjadi tersangka dengan jeratan pasal 45 ayat 3 jo Pasal 37 ayat 3 tentang ITE, atau Pasal 310 KUHP jo 207 KUHP atau 316 ayat 1.

“Sudah ditetapkan jadi tersangka sejak tahun 2019. Bahkan, pada 29 Oktobetr 2019 perkaranya sudah P21. Namun selama ini tidak pernah ditahan, karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun,” tutur Latif.

Untuk proses tahap 2 atau penyerahan ke Kejaksaan, pihaknya perlu menghadirkan tersangka. “Namun tersangka tidak kooperatif. Dua kali kami panggil, pada tanggal 6 Februari 2020 tidak hadir dan 7 Juli 2020 juga tidak hadir,” terang Latif.

Atas dasar itulah Senin (18/1/2021) pagi petugas Sat Reskrim melakukan penangkapan.

Menurut menurut Latif, beberapa saat setelah penangkapan itu, dua tersangka langsung diproses dan diserahkan kepada kejaksaan. Dan ternyata, setelah diterima oleh pihak kejaksaan, dua tersangka itu juga tidak ditahan. 

“Proses di kepolisian tidak ditahan. Setelah dilimpahkan ke kejaksaan, juga oleh jaksa tidak ditahan kok,” lanjut  Latif. 

Kasus yang menjerat dua tersangka ini atas laporan dari Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo. Bermula Pada Bulan Agustus 2018 lalu, Guntual dan istrinya disebut membuat gaduh dalam proses persidangan di PN Sidoarjo. Kegaduhan itu kemudian diviralkan oleh mereka di media sosial.

Dari sanalah PN Sidoarjo yang merasa dirugikan kemudian melaporkankasus tersebut  ke Polresta Sidoarjo. “Jadi, semua sudah sesuai prosedur. Sudah ditetapkan tersangka, sudah P21, dan penjemputan itu untuk keperluan penyerahan tahap 2 ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo,” imbuh Latif . (rtn)