Viral! Ribuan Ikan Laut Selatan Naik ke Pantai Gumukmas Jember

Reporter : Abdus Syukur - klikjatim.com

Para warga saat mengambil ikan yang tiba-tiba naik ke pantai. (ist)

KLIKJATIM.Com | Jember — Sebuah video viral beredar di facebook yang merekam ribuan siak-siak anakan lemuru dan ikan tongkol naik atau terdampar di darat bibir pantai Dusun Jeni, Desa Kepanjeng, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Senin (6/7/2020). Video itu diunggah oleh akun Facebook Alfan Joss dan telah dibagikan 144 kali.

BACA JUGA :  Lagi, di Trenggalek Terjadi Kasus Bayi Dibuang

Video rekaman amatir dari ponsel ini berdurasi kurang lebih 25 detik yang memperlihatkan warga menangkapi ikan-ikan tersebut.

“Setelah hiu tutul naik di saat bersamaan ikan kecil2 juga berhamburan di PANTAI GUNUNG WEDI GUMUKMAS JEMBER,” demikian tuturan perekam kejadian alam ini.

BACA JUGA :  Kecelakaan di Bali, Warga Jember Dijemput Tim Pemkab

Suasana sempat mengherankan warga dan wisatawan, karena sebelumnya seekor ikan hiu tutul berukuran besar yang panjangnya sekitar 6 meter dan berat kurang lebih 1 ton tertangkap jaring nelayan di perairan tersebut. Bahkan ikan yang dilindungi undang-undang justru dipotong para nelayan untuk dikonsumsi.

Setelah itu, kini warga masyarakat dihebohkan dengan adanya ribuan siak-siak anakan lemuru dan ikan tongkol yang seolah-olah naik atau terdampar di darat bibir.

Kelimpahan ikan-ikan kecil itu menarik perhatian warga dan wisatawan untuk menyaksikan keberadaannya. Tidak sedikit orang yang menganggapnya surga ikan. Di antara mereka saling berebut memungutnya ada yang menggunakan plastik untuk menampung ikan yang ditangkap di sepanjang pesisir pantai.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat nelayan setempat, Kasim Ashari, kemunculan siak-siak anakan lemuru dan ikan tongkol yang mengkilap terkena cahaya matahari bergeleparan di pasir pantai terjadi sejak beberapa hari ini.

“Ribuan ikan kecil-kecil terdampar semua di pesisir. Mulai hari Sabtu, hari ini juga ada dan jumlahnya lebih banyak daripada kemarin. Ada yang dapat sampai 3 tripung ikan (box styrofoam) yang beratnya 300 kilogram,” ujar Kasim yang melihat langsung kejadiannya karena dekat dari rumahnya.

Dia mengatakan, fenomena ini adalah peristiwa alamiah dan tak perlu dikhawatirkan. Fenomena seperti itu bagi nelayan merupakan hal yang biasa dan sering terjadi setiap tahunnya, terutama memasuki bulan Juli-Agustus. Namun peristiwa kali ini, memang jumlah ikannya lebih banyak dibanding kejadian sebelum-sebelumnya.

“Itu ceritanya dari pengalaman masyarakat nelayan memang sedang musim ikan-ikan kecil yang dijadikan makanan ikan besar. Banyak siak-siak anakan lemuru dan ikan tongkol yang berlarian menyelamatkan diri hingga meloncat ke pesisir pantai karena dikejar oleh ikan besar. Yang sering di pantai ini, karena itu kawasan teluk, jadi gerombolan ikannya  di situ tempatnya,” pungkasnya. (bro)