Versi IDI Insentif Untuk Nakes Belum Semua Cair, Versi Pemrov Jatim Sudah, Siapa Benar?

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

Ilustrasi nakes di Jatim saat menangani pasien covid-19.

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Pemprov Jatim menyebut insentif pagi para tenaga kesehatan (nakes) baik dokter maupun perawat yang menangani covid-19 telah dicairkan semua. Sebaliknya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim menyebut baru sebagian nakes yang menerima insentif tersebut.

BACA JUGA :  Dokter dan 2 Perawat di RSUD Tuban Terpapar Covid-19, Pelayanan Tutup

Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi saat dikonfirmasi mengklaim bahwa Pemprov Jatim sudah merampungkan pencairan insentif untuk para nakes.

“Sudah beres,” singkat Joni.

Terpisah, Ketua IDI Jatim dr Sutrisno mengatakan, saat dikonfirmasi tidak bisa memastikan berapa nakes yang belum menerima insentif. Hanya saja, ia menyebut masih banyak nakes di Jatim yang belum menerima insentif tersebut.

Saat disinggung di daerah mana saja nakes yang belum menerima insentif tersebut, Sutrisno belum bisa memastikan. “Yang tahu ini dengan baik, Dinas Kesehatan Jatim. Data semua ada di sana,” ungkap Sutrisno, Rabu (28/7/2021).

Sekedar informasi, di Surabaya, nakes dan tenaga penunjang yang melayani pasien Covid-19 sudah menerima insentif periode Oktober-Desember 2020 dan Januari-Juni 2021.

Pencairan insentif tersebut diterima langsung melalui rekening masing-masing. “Iya, sudah. Silakan dicek rekeningnya masing-masing. Sudah kita lunasi yang tahun 2020,”  ujar Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara.

Febri mengatakan, untuk pencairan saat ini, total insentif yang telah dicairkan mencapai Rp 89 miliar, mulai dari petugas puskesmas hingga RSUD. Dana itu sendiri, didapat dari upaya refocusing anggaran yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya. (mkr)