Vaksinasi Covid-19 di Bojonegoro Masuk Gelombang Dua, Masih Februari Mendatang

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia memimpin rapat analisis dan evaluasi penanganan Covid-19 di Bojonegoro. (Nur Afifullah/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Kapolres Bojonegoro, AKBP EG Pandia pimpin rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) terkait perkembangan Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro. Dalam arahan Kapolres Bojonegoro bahwa kondisi perkembangan Covid-19 di Bojonegoro memasuki zona orange, dengan berubah menjadi zona orange ini agar tetap mawas diri dan jangan bosan mengingatkan kepada masyarakat.

BACA JUGA :  Tetap Gelar Salat Jumat, Jemaah Dikawal Banser untuk Cuci Tangan

“Bojonegoro masuk zona orange, itu semua tidak lepas dari kerja keras kepada semua instansi, saya ucapkan terimakasih banyak,” ujar Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia. Kamis (14/1/2021).

Ia mengatakan, prediksi pada akhir bulan Januari yang masih menjadi rangkaian puncak libur Natal tahun 2020 dan Tahun Baru 2021, dikhawatirkan akan timbul kluster baru. Untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 tetap dilaksanakan operasi yustisi secara berkelanjutan terutama di kawasan pasar-pasar tradisional.

“Dalam kesempatan Anev saya ucapkan terima kasih kepada Direktur RSUD se Kabupaten Bojonegoro dan RSI Aisiyah Bojonegoro terkait penambahan ruang isolasi di masing-masing rumah sakit,” kata AKBP Eva Guna Pandia.

Menurutnya, dengan adanya rapat Anev ini untuk menyamakan persepsi kembali dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, sehingga penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir dan bisa menjadi zona hijau.

Dikatakan, selain itu juga mempersiapkan strategi dengan meningkatkan peran serta keluarga dan ibu peduli keluarga dalam menekan Covid-19. Khusus untuk penanganan Covid-19 itu menjadi prioritas utama yang menjadi perhatian. Dimana nanti juga menjadi bagian dari Satgas Covid-19, berbagai kegiatan telah dilakukan baik preventif maupun penegakan hukum yang sudah berjalan.

“Peran Kampung Tangguh Semeru menjadi bagian penting sebagai strategi penanganan Covid-19,di mana peran keluarga menjadi penting dalam penanganan Covid-19, apabila masing masing keluarga memahami dan mengerti tentang bagaimana bahaya dan penanganan Covid-19, maka otomatis akan meminimalisir penyebaran virus di lingkungannya,” imbuh Pria lulusan Akademi Kepolisian Tahun 2000.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bojonegoro Ani Pujiningrum menjelaskan bahwa motivasi dan dukungan dari Polres Bojonegoro dan Kodim 0813 serta instansi terkait dalam menangani Covid-19 dengan intens setiap hari untuk melaksanakan operasi yustisi, memberikan himbuan secara terus menerus untuk memutus penyebaran virus corona di Kabupaten Bojonegoro. 

“Untuk saat ini Kabupaten Bojonegoro memasuki zona orange berkat kerja keras tim gugus tugas penanganan Covid-19 baik dari TNI-Polri, Satpol PP yang telah melaksanakan kegiatan baik operasi yustisi, himbuan protokol kesehatan hingga ke tingkat Desa,” ucapnya.

Ani Pujiningrum menambahkan, terkait vaksinasi untuk Bojonegoro masuk jadwal gelombang 2, yaitu pada Bulan Februari 2021 dan rencana untuk penempatan vaksinasi di gedung INFALKES ( Instalansi Farmasi dan Alat Kesehatan) dengan Pengamanan dan penjagaan dari pihak Kepolisian.

Dalam rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bojonegoro, Kodim 0813 Bojonegoro, Pasi Ops, Kasatpol PP, Kepala BPBD Kabupaten Bojonegoro, Kabag Ops Polres Bojonegoro dan para Direktur RSUD se Kabupaten Bojonegoro serta Direktur RSI Aisiyah Bojonegoro. (bro)