Usut Kasus Hibah Pariwisata Rp 10,3 Miliar, Polisi Tunggu Hasil Audit

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

Hotel pariwisata

KLIKJATIM.Com I Pasuruan – Unit Tipikor Polres Pasuruan mengusut kasus dugaan penyelewengan dana hibah Pariwisata senilai Rp 10,3 miliar Tahun 2020 bersumber dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Sejumlah orang juga telah diperiksa, terutama PPTK Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, serta sejumlah pelaku usaha jasa perhotelan dan restoran.

BACA JUGA :  Aktivitas Pasar Minggu Pagi di Sidoarjo Picu Terjadinya Kerumunan, Forkopimda Turun Gunung Tertibkan PKL

“Kita sudah periksa baik itu dari dinas pariwisata, pelaku usaha jasa perhotelan dan restoran,” tandas Kanit Tipikor Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Wachid S. arief pada KlikJatim, Sabtu (25/9/2021).

Untuk menetapkan calon tersangka, jelas Wschid, pihaknya masih menunggu hasil audit dari Inspektorat Kabupaten Pasuruan. “Saat ini kita masih menunggu hasil audit. Apakah ada kerugian negara atau tidak,” tukasnya.

Ada 31 badan usaha yang menerima hibah. Diantaranya, 14 hotel dan 17 restoran menerima bantuan tersebut. Salah satunya pelaku usaha yang menerima bantuan hibah Depot Sri, Baobab dan Tretes Hotel. (bro)