Usulan Soal Penambahan Kuota Guru PAI dalam Penerimaan CPNS dan CP3K, Disetujui Pemkab

Reporter : Iman - klikjatim.com

AGPAII saat menggelar hearing dengan DPRD.

KLIKJATIM.com | Tulungagung – Perwakilan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Tulungagung  merasa lega setalah usulan mereka dalam hearing terakhir  yang dilaksanakan pada Selasa (08/06) kemarin, mendapatkan lampu hijau Komisi A dan Pemkab.

BACA JUGA :  Pemkab Bojonegoro Bakal Berikan Nama untuk 106 Jalan Poros

Hearing tersebut adalah lanjutan dari keluhan AGPAII yang hanya mendapatkan formasi CP3K tahun 2021 ini sebanyak 14 formasi saja, jumlah tersebut dirasa sangat minim jika dibandingkan dengan kabupaten lain.

Menurut AGPAII, hanya ada 14 formasi Guru PAI tingkat SMP saja yang masuk dalam formasi, berbanding terbalik dengan kabupaten sekitar seperti Blitar dan Kediri yang mencapai ratusan formasi.

Ketua AGPAII Tulungagung, Mujiono mengatakan, hasil hearing kali ini cukup melegakan, karena Komisi A DPRD Tulunggagung dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Pemkab Tulungagung sepakat untuk mengajukan usulan tambahan kuota guru PAI dalam penerimaan CPNS dan CP3K tahun ini.

“Tadi Dewan dan BKPSDM sepakat mengajukan usulan penambahan,ini cukup melegakan, semoga bisa terealisasi,”ujarnya.

Mujiono berharap, usulan penambahan tersebut dipenuhi oleh Kemenpan RB dengan mempertimbangkan berbagai hal, termasuk kekurangan guru PAI berstatus ASNdi lebih dari 200 SD negeri yanga da di Tulungagung.

“Kalau saya ya sebanyak banyaknya harapanya,lebih dari 100 lah, karena lembaga yang masih belum memiliki guru ASN saja lebih dari 200,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Tulungagung, Gunawan mengakui, usulan penambahan ini akan segera dibahas bersama dengan BKPSDM, Dinas Pendidikan dan Kemenag Tulungagung.

“Kita bahas bersama dengan Diknas, BKPSDM dan Kemenag,untuk nanti diusulkan ke KemenpanRB,” jelasnya.

Sama seperti AGPAII, pihaknya juga berharap usulan penambahan kuota di sela sela penundaan pendaftaran CPNS dan CP3K ini bisa direalisasikan oleh Kemenpan RB.

“Kita berharap usulan tersebut dipenuhi, jumlah tambahannya berapa ya nanti tergantung persetujuan Kemenpan RB,”pungkasnya. (rtn)