Urai Kemacetan, Komisi III Restui Rencana Parkir Kargo di Gresik Utara

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Agenda rapat kerja Komisi III DPRD Gresik dengan Dishub, terkait pembahasan alokasi anggaran tahun 2023. (Koinul Mistono/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – DPRD Kabupaten Gresik melalui Komisi III Bidang Pembangunan menyetujui gagasan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat untuk membuat parkir kargo. Rencana parkiran khusus untuk kendaraan besar termasuk dump truk ini berada di wilayah Gresik Utara, tepatnya di kawasan Jalan Raya Ngawen, Sidayu.

Restu DPRD ini disampaikan dalam rapat kerja Komisi III dengan Dishub, terkait pembahasan alokasi anggaran tahun 2023. Gagasan parkiran kargo tersebut akan dimulai dengan melakukan pengurukan lahan pada tahun depan.

“Tadi kami sepakati anggaran sekitar Rp4 miliar untuk keperluan pengurukan lahan terlebih dulu,” kata Anggota Komisi III DPRD Gresik, Lutfi Dhawam.

Alokasi anggaran tersebut untuk menguruk lahan 1 hektar dari total luasan 3,5 hektar. “Jadi lahannya itu sudah ada milik Pemkab Gresik, sehingga tinggal melakukan pengurukan. Rencananya nanti diuruk dengan ketinggian 2 meter,” jelas Lutfi, yang juga dibenarkan oleh Anggota DPRD Achmad Ubaidi.

Lebih detail lagi Dhawam menerangkan, tujuan pembuatan parkir kargo untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas serta mengurai kemacetan. Khususnya pagi dan sore hari.

Upaya pembuatan parkir kargo pun menjadi solusi atas larangan kendaraan besar untuk melintas sementara pada jam-jam padat, yaitu pukul 05.00 – 08.00 dan pukul 15.00 – 18.00. Karena waktu tersebut merupakan jam berangkat kerja atau berangkat sekolah. Dan sorenya merupakan jam pulang kerja.

“Jadi pada jam-jam tersebut kendaraan besar bisa berhenti (parkir) dulu di parkiran sambil menunggu dimulainya jam operasi lagi. Semoga dengan langkah penyediaan lokasi parkir ini benar-benar bisa mengurangi kemacetan, serta memudahkan para sopir untu mencari tempat parkir sementara,” paparnya.

“Sehingga tidak sampai ada kendaraan yang terpaksa berhenti di pinggir jalan, karena sudah tersedia tempat parkir di wilayah utara tersebut. Di parkiran tersebut juga bisa menjadi mata pencaharian bagi warga sekitar untuk berjualan seperti warung kopi atau warung makan,” tambah Ubaidi.

Anggota Komisi III DPRD Gresik, Moh. Syafi’AM mengungkapkan bahwa keberadaan parkir kargo nanti bisa menjadi penambahan sumber pendapatan asli daerah (PAD). Karena sistem parkir yang disediakan oleh Pemkab Gresik nanti berbayar.

“Parkir itu nanti berbayar, tidak gratis. Sistem tarifnya mungkin bisa per jam, tapi secara teknis biar dikaji sama Dishub. Yang intinya bisa menambah untuk PAD Kabupaten Gresik,” katanya.

Rencana pendirian parkir kargo ini sejatinya ada 3 di Kabupaten Gresik. Yaitu wilayah utara, tengah dan selatan. Tetapi kesiapan terkait ketersediaan lahan saat ini di wilayah Gresik utara. Sedangkan di dua titik lainnya bertahap. (adv)