Unik, Dusun di Gresik Ini Memperingati Maulid Nabi dengan Karnaval Damar Kurung, Sudah Berjalan 24 Tahun

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Aneka bentuk Damar Kurung besar dan kecil dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan warga Dusun Jobong, Kembangan, Kebomas Gresik (Abd Aziz Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Cara memperingati hari kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW bermacam-macam dan unik. Seperti yang dilakukan warga Dusun Jobong, Desa Kembangan Kebomas Gresik ini, dimotori Remaja Langgar An-Nurhasyimiyah, karnaval damar kurung mewarnai peringatan hari kelahiran Rasulullah SAW.

Nah damar kurung merupakan lampion unik khas Gresik, dengan hiasan lukisan yang beranekaragam. Dalam peringatan Maulid Nabi tersebut, ratusan damar kurung diarak oleh hampir seribuan orang menyusuri jalan raya Kembangan diiringi lantunan shalawatan, Sabtu malam (26/11/2022).

Arak-arakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW warga Dusun Jobong

Ketua Remaja Langgar Nurhasyimiyah Jobong, Achmad Qorib menuturkan, kegiatan tersebut telah mentradisi selama 24 tahun. Perintisnya yaitu H Sudariyanto, murid dari KH. Muhammad Nurhasyim asal Kelurahan Karangturi Gresik.

“Di Karangturi Kyai Muhammad Nurhasyim mulanya menggelar peringatan Maulid Nabi seperti ini, kemudian memerintahkan Pak Sudaryanto untuk membuat kegiatan serupa di Jobong,” tutur Qorib.

Ketua Remaja Langgar An-Nurhasyimiyah Jobong Achmad Qorib.

Nah kenapa yang diarak damar kurung, karena pancaran cahaya damar kurung dimaknai sebagai pancaran cahaya Nabi Muhammad. Tujuannya selain menambah kecintaan kepada Sang Pembawa ajarab Islam, juga merekatkan hubungan persaudaraan antar warga.

“Tidak kurang dari 11 lembaga pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kembangan ikut peringatan Maulid Nabi ini, semua murid, guru dan orangtuanya serta masyarakat secara umum,” ungkapnya.

Selain ratusan damar kurung kecil ada pula beberapa damar kurung besar dan sedang yang dilombakan. Hak ini agar produk budaya damar kurung yang asli Gresik ini tak lekang oleh waktu.

“Anak-anak juga sudah kenal damar kurung sejak dini sehingga bisa meneruskan memori kebudayaan damar kurung,” tambah Qorib.

Dalam kegiatan, kata Qorib, juga banyak doorprize yang dibagikan selain hadiah lomba, anak-anak dan orang tua tampak antusias. Sehingga menambah kemeriahan.

“Sejak 24 tahun lalu itu kegiatan ini hanya libur saat pandemi, dan Alhamdulillah tahun ini sudah bisa jalan lagi, semoga keadaan semakin membaik,” pungkas Qorib. (yud)

     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *