Uang Koperasi Rp 5,4 Miliar Raib, Lima Pengurus Dilaporkan ke Polres Sampang

Reporter : Rozy - klikjatim.com

Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Tomy Pramban

KLIKJATIM.Com | Sampang – Penyidik Polres Pamekasan, mengusut kasus dugaan penggelapan di Koperasi Bhinneka Karya. Ada lima orang pengurus yang dilaporkan menggelapkan uang anggota  senilai Rp5,4 miliar.

BACA JUGA :  Niat Cari Rumput, Warga Probolinggo Tersambar Kereta Api Hingga Begini Kondisinya

“Ada lima orang pengurus yang dilaporkan telah melakukan dugaan tindak pidana korupsi di Koperasi Bhinneka Karya tersebut dan saat ini sedang kami selidiki,” kata Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Tomy Prambana di Pamekasan, Senin.

Dijelaskan, pihaknya menindaklanjuti laporan yang disampaikan para anggota koperasi tersebut ke Mapolres Pamekasan beberapa waktu lalu.

Tomy menjelaskan, kasus itu disidik oleh Unit Idik IV Tipikor Reskrim Polres Pamekasan. Petugas mulai memeriksa sebagian pengurus koperasi itu, salah satunya saksi pelapor berinisial BH.

Ia menuturkan, pada 8 September 2021, BI diperiksa Tipikor Polres Pamekasan guna memberikan keterangan atas laporan dugaan penggelapan uang di koperasi itu.

BH datang ke Unit Idik IV Tipikor Satreskrim Polres Pamekasan membawa sejumlah dokumen barang bukti. Kepada penyidik, dia membeberkan barang bukti berupa dokumen neraca keuangan Koperasi Bhinneka Karya dari tahun ke tahun yang telah dipalsukan.

Dalam laporannya, dia dan 400 orang anggota koperasi yang dirugikan menuntut agar pengurus Koperasi Bhinneka Karya bertanggung jawab atas hilangnya uang Rp5,4 miliar, akibat perbuatan oknum pengurus yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Menurut dia, modus yang dilakukan para oknum yang berjumlah lima orang itu dengan membuat neraca keuangan palsu dan mencatut nama anggota lain dalam catatan pinjaman.

Secara terpisah, Bendaha Koperasi Bhinneka Karya Bambang Irianto membenarkan adanya laporan dugaan korupsi itu.

“Memang benar, dan sebagian dari pengurus koperasi telah dimintai keterangan, termasuk saya,” katanya, menjelaskan.

Bambang tidak termasuk dari lima nama yang dilaporkan melakukan penggelapan uang koperasi hingga Rp5,4 miliar tersebut, bahkan dirinya mengaku termasuk korban karena namanya dicatut sebagai pengguna uang koperasi. (ris)