Tutupi Kekurangan Kebutuhan Pupuk Subsidi di Gresik, Pemerintah Siapkan Pupuk Organik

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Menteri Pertania RI, Syahrul Yasin Limpo bersama Wabup Gresik, Aminatun Habibah usai melakukan panen raya secara simbolis di wilayah Kecamatan Duduksampeyan. (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya akan terus mengupayakan untuk memperbanyak kuota pupuk subsidi sesuai kebutuhan petani. Hanya saja dalam tahun ini sedang menghadapi situasi pandemi Covid-19, sehingga ada beberapa kebijakan pemerintah pusat yang harus diambil seperti refocusing.

BACA JUGA :  Beredar Nama Wabup dan Lima Anggota Dewan Masuk Ploting ‘Pembuat’

“Ke depan nanti akan akan kami upayakan agar lebih maksimal sesuai kebutuhan,” kata Mentan Syahrul Yasin Limpo usai mengikuti panen raya di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, Jumat (12/3/2021).

Lebih lanjut, Mentan pun mengimbau kepada para petani untuk tidak hanya mengandalkan pupuk subsidi. Tapi juga perlu memakai pupuk organik. “Jangan bersandar pada pupuk subsidi, pupuk organik saja,” ujar mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini.

Pantauan di lapangan dalam kunjungan menteri ini juga diikuti oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Agus Gumiwang Kartasasmita; Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Tampak turut mendampingi di lokasi, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa beserta Wabup Gresik Aminatun Habibah dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat. 

Wabup Gresik, Aminatun Habibah mengaku akan menindaklajuti terkait kekurangan pupuk subsidi yang kerap dirasakan oleh para petani di Gresik. “Kita tindaklanjuti kekurangan dan kita selesaikan di Petrokimia Gresik,” katanya. 

Dari total kebutuhan petani di Gresik hanya mendapatkan sekitar 37 %. Artinya, masih ada kekurangan sekitar 63 % atau dengan kuantitas 20 ribu ton. “Sebagai alternatif, pupuk organik sebagai solusi, dan Pemkab Gresik sudah ada pengadaan dari pupuk organik,” paparnya.

Sementara itu Ketua DPRD Gresik, Much Abdul Qodir mengatakan, anggaran alokasi pupuk organik senilai Rp 11 Miliar. “Itu yang akan membantu para petani untuk menutupi kelangkaan pupuk,” tukasnya. (nul)