Tunjang Pelayanan Kesehatan, Pegawai Puskesmas di Gresik Kompak Sekolah Rekam Medis

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Mohammad Tajuddin saat menjadi narasumber dalam pelatihan rekam medis kepada para pegawai puskesmas Kabupaten Gresik. (ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Sebanyak 30 pegawai puskesmas di Kabupaten Gresik sedang memperkaya wawasan di bidang rekam medis untuk menunjang pelayanan kesehatan semakin lebih baik. Mereka adalah perwakilan sejumlah puskesmas mulai dari Puskesmas Tambak Bawean, Puskesmas Sidayu, Puskesmas Driyorejo dan beberapa puskesmas lainnya.

Kegiatan bertajuk pelatihan ini berlangsung di Ruang Catleya Rumah Sakit Semen Gresik, Jumat (14/2/2020). Hadir pula dr. A. Asriningtyas, MARS selaku Manager Bidang Pelayanan Medis yang mewakili Kepala RS Semen Gresik dengan didampingi Kepala Diklat, dr. Tolib Bahasuan untuk membuka acara secara simbolis.

“Peran rekam medis dalam menunjang pelayanan sangat diperlukan, karena rekam medis sangat penting dan mempunyai andil besar terkait suksesnya sebuah pelayanan kesehatan,” terang dr. A. Asriningtyas, dalam keterangannya kepada awak media.

BACA JUGA :  Bikin Jalan Gubeng Ambles, Bos Nusantara Konstruksi Engineering Hanya Dituntut Denda

Apalagi dengan melihat manfaat rekam medis dari aspek legal maupun lainnya. Dengan demikian, ke depan petugas rekam medis di puskesmas atau di sarana pelayanan kesehatan lain harus mampu memahami peran dan fungsinya dalam menyongsong Era 4.0.

Dijelaskan, saat ini arus globalisasi sudah tak terbendung lagi di Indonesia. Perkembangan teknologi pun semakin canggih.

Mulai dari penekanan pola-pola digitalisasi economy, artificial intelligent, big data dan lain sebagainya. Semua itu juga dapat disebut fenomena disruptive innovation, yang berkembang ke beberapa sektor termasuk bidang kesehatan.

Menurutnya, dunia kesehatan atau medis merupakan bidang yang bersifat information intensive. Karena setiap harinya akan memproduksi data dan informasi dari hasil transaksi pelayanan kesehatan pasien.

BACA JUGA :  Tahun 2019, Pendapatan Pajak Bumi di Bojonegoro Capai Rp 32,2 Miliar

Lalu, untuk mengimbanginya perlu teknologi informasi dan komunikasi dalam rangka menunjang kegiatan manajemen. “Sehingga semua informasi yang berkaitan dengan transaksi pelayanan pasien mulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik, penunjang, diagnose, tindakan serta pelayanan lain harus terekam dengan lengkap dan jelas di rekam medis pasien,” paparnya.

Yang terpenting lagi, proses perekaman, pengolahan, penyimpanan data dan informasi harus bisa diakses dengan cepat. Karena itu rekam medis elektronik merupakan tantangan besar dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Jadi tidak heran kalau rekam medis sekarang menjadi ujung tombak sebuah fasilitas pelayanan kesehatan,” tandasnya. (nul/roh)