Tukang Rongsokan di Driyorejo Gresik Dilaporkan Setelah Memungut Potongan Galvalum Senilai Rp100 Ribu, Polisi Terapkan Restoratif Justice

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Pelaku dan barang bukti yang diamankan Polsek Driyorejo. Pelaku dilepas setelah upaya restorative justice berhasil dilakukan (Dok)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Seorang pengumpul barang bekas alias tukang rongsokan di Driyorejo Gresik dilaporkan ke polisi gara-gara memungut potongan galvalum (Baja ringan). Peristiwa tersebut berlangsung di Desa Randegansari, Senin (14/11/2022) kemarin.

Baca juga: Didominasi Faktor Perselingkuhan, 175 Wanita di Bawean Berstatus Janda

Kanit Reskrim Polsek Driyorejo Gresik Ipda Erick Panca mengatakan, Kejadian tersebut bermula saat pelaku berinisial S (34), asal Rowogempok Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan sedang menyusuri jalan Desa Randegansari sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat tiba di dekat rumah Supri (40) S melihat tumpukan potongan besi galvalum di pinggir rumah Supri.

Pelaku pun berhenti, kemudian memunguti potongan galvalum tersebut dan dimasukkan dalam glangsing, atau karung besar.

“Korban (Supri) yang melihat aksi S langsung mengamankan S bersama warga, kemudian melaporkan ke Polsek Driyorejo,” ujar Erick.

Barang bukti yang diamankan yakni beberapa potongan galvalum, nilainya kurang lebih Rp.100.000. Korban merasa dirugikan dengan nominal sebesar itu.

“Mulanya pelaku kami jerat dengan pasal 364 KUHP tentang pencurian ringan, karena nilainya tak lebih dari Rp250 ribu,” ujar Erick.

Namun, pihak Polisi mengupayakan penerapan restorative justice antara pelaku dan korban.

Hasilnya, kata Erick, korban bersedia memaafkan pelaku dan mencabut laporannya hari ini, Selasa (15/11/2022).

“Keduanya sudah sepakat damai, korban memaafkan pelaku, dan pelaku berjanji tak mengulangi perbuatannya,” imbuh Erick.

Baca juga: Maling Mobil Tabrak Polisi, Pelaku Dihajar Massa Setelah Terjebak Macet

Perlu diketahui, restorative justice adalah proses dimana semua pihak yang berkepentingan dalam sebuah pelanggaran hukum atau perkara, bertemu dan bersepakat menyelesaikan pelanggaran tersebut dan akibatnya, demi kepentingan di masa depan. (yud)

     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *