Tujuh Pengedar Sabu Lamongan Dibekuk, Seorang Tersangka Masih Anak-anak

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana saat berdialog dengan salah satu tersangka.

KLIKJATIM.Com | Lamongan—Satresnarkoba Polres Lamongan berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika. Tujuh tersangka yang salah satunya masih anak di bawah umur ikut terlibat dalam peredaran serbuk haram ini.

BACA JUGA :  Dikalahkan Madura United dalam Uji Coba, Nil Maizar Ungkap Pelajaran yang Dipetik

Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana mengatakan, operasi ini digelar dalam tempo 17 hari. Total ada enam kasus yang berhasil diungkap dengan tujuh orang tersangka.

“Kita mengapresiasi terkait kepedulian masyarakat Lamongan terkait pemberantasan narkoba, karena hampir 80 persen pengungkapan kasus narkoba merupakan hasil pengembangan informasi dari masyarakat, yang kemudian kita tindaklanjuti dengan penyelidikan,” tuturnya didampingi Kasat Resnarkoba AKP Akhmad Khusen, Kamis (21/01/2021).

Yang memprihatinkan, lanjut Miko, salah satu dari tujuh tersangka tersebut masih berusia anak-anak. 

“Ada anak di bawah umur 1. Ini merupakan keprihatinan kita bersama, karena kasus yang kita ungkap juga melibatkan anak di bawah umur,” lanjutnya tanpa menyebut usia tersangka tersebut.

Selain itu, tersangka yang terlibat merupakan orang-orang yang tergolong baru di dunia peredaran narkotika.

Oleh karena itu, Miko akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait, guna memberantas peredaran narkoba di Lamongan.

“Ini pertanda bahwa peredaran (narkoba) di Lamongan cukup tinggi. Penanganan narkoba bukan hanya tugas Polri, namun juga tugas dan tanggung jawab kita bersama, seluruh elemen masyarakat dan seluruh instansi terkait di kab lamongan,” tegasnya.

Adapun Beberapa barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya 4,01 Gram Sabu-sabu, 1.190 butir Pil double L, 7 Unit HP berbagai merek, 3 Unit Sepeda motor, Uang tunai Rp. 1.055.000,-, 5 unit pipet kaca, dan sejumlah barang bukti lainnya.

Sementara untuk para tersangka kasus narkoba yang diamankan Satreskoba Polres Lamongan tersebut, untuk kasus sabu-sabu akan dikenakan Pasal 112 UU 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun penjara, paling lama 12 tahun penjara dan denda paling sedikit 800.000.000 dan paling banyak 8.000.000.000.

Sedangkan untuk pil Dobel L, dikenakan Pasal 197 UU 36 Tahun 2009, tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 1.500.000.000. (mkr