Transparansi Pengelolaan PT WUS Disinggung Dalam Debat Kandidat Pilbup Sumenep

Reporter : Suryadi Arfa - klikjatim.com

Debat Kandidat Putaran Kedua Pilbup Suemenep di Hotel Utami Sumekar.

KLIKJATIM.Com | Sumenep—Debat publik putaran kedua Calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabub-Cawabub) Sumenep berlangsung seru. Di antara yang membuat debat menghangat ketika pengelolaan PT Wira Usaha Sumekar (WUS) perusaahn BUMD Sumenep ditanyakan calon wakil bupati nomor urut satu Kiai Ali Fikri.

BACA JUGA :  Di Banyuwangi Ada Layanan Pemeriksaan Gratis untuk Hewan Ternak, Tim Rutin Keliling ke Pelosok Desa

Di segmen ke empat sesi kedua itu, Kiai Ali Fikri bertanya kepada cabup nomor urut 1 Achmad Fauzi tentang kontribusi nyata PT Wus terhadap masyarakat kabupaten Sumenep.

Pertanyaan itu bukan tanpa alasan, sebab, paslon 1 Achmad Fauzi pernah menjabat  di PT. WUS kantor perwakilan Jakarta. 

“Berkenaan dengan PT WUS ini, yang mengelola kan PI (Participating Interest,) Migas, berapa pendapatan PT WUS ke daerah,” tanya Kiai Ali Fikri pada Achmad Fauzi.

Selain itu, kiai muda kharismatik tersebut juga sempat menyinggung soal Audit BPK serta transparansi pengelolaan PT WUS. Pasalnya, PT Wus dulunya pernah bersinggungan dengan kasus hukum.

“Saya kira publik sudah tahu. Jadi, yang wajib memproses adalah aparat penegak hukum yang berkompeten,” ujarnya.

Sementara itu paslon nomor urut 1 Achmad Fauzi menyebutkan, jika di kota keris Ada 4 BUMD. Diantaranya, Bank BPRS Bakti Sumekar yang bergerak di bidang keungan, PD Sumekar bergerak dibidang barang dan jasa, Sumekar Line bergerak dibidang transportasi, dan PT WUS bergerak dibidang energi. 

Dirinya mengklaim, kasus audit BPK tentang PT WUS yang sempat menyeret namanya sudah selesai.

“Alhadulillah, PT WUS sejak 2016 memberikan kontribusi 5-6 Millyar pada daerah,” klaimnya.

Debat kandidat sendiri digelar di Hotel Utami Sumekar sekitar pukul 19:00 WIB hingga pukul 21:00 WIB, Senin (23/11/20) malam. (mkr)