Tracing Tembus Sejuta Orang, Kasus Covid-19 di Jatim Tinggal Lima Persen

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

Proses tracing dilakukan tim medis di sejumlah daerah di Jatim. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Screening dan tracing di Jatim per hari Minggu (18/10/2020) telah menembus angka satu juta test. Hasilnya, kasus aktif Covid-19 di Jatim kini hanya menyisakan sekitar 5.56 persen saja.

BACA JUGA :  Kini, Jl Tunjungan dan Jl Darmo Akan Ditutup Tiap Hari

Dari jumlah tersebut, ditemukan sebanyak 84.436 ribu kasus reaktif dan ketika difollow up menggunakan polymerase chain reaction (PCR) ditemukan sebanyak 15.247 ribu kasus positif Covid-19.

“Alhamdulillah, Jawa Timur terus konsisten untuk melakukan screening dan tracing massif. Saat ini screening dan Tracing di Jatim berkontribusi terhadap hampir sepertiga temuan kasus covid-19 di Jawa Timur. Disamping itu, agresifitas ini mampu menurunkan kasus aktif covid-19 hari ini di Jatim tinggal 5,56 persen,” ucap Khofifah di Pacitan, Minggu (18/10/2020).

Khofifah menjelaskan, jika screening di Jatim ini difokuskan pada lokasi yang beresiko tinggi maupun kontak erat pasien positif Covid-19. Ia menambahkan, selain operasi yustisi yang sangat efektif meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan, screening, tracing dan isolasi ini juga cukup efektif dilaksanakan di Jatim.

“Saya mengucapkan apresiasi yang tinggi kepada  masyarakat Jatim yang telah patuh dan bersedia  dilakukan screening dan isolasi. Tak lupa juga terimakasih kepada TNI, Polri, Nakes dan Relawan yang bekerja keras dalam proses screening maupun tracing. Alhamdulillah dari 385.666 kontak erat yang ditemukan, hanya 66 orang yang menolak dilakukan isolasi dan pemeriksaan,” urainya.

Kendati adanya tren yang menggembirakan dalam penurunan Covid-19. Khofifah juga terus mengingatkan agar protokol kesehatan harus terus di patuhi dan masyarakat tidak perlu takut untuk dilakukan screening.

“Meski Jatim sudah terbebas dari zona merah, namun covid-19 di Jatim masih belum berhenti penyebarannya, karenanya jangan sampai kendor untuk terus patuh protokol kesehatan. Kerjasama antara Pemerintah, TNI, Polri, Nakes dan masyarakat di Jatim yang menunjukkan hasil yang baik ini harus terus di pertahankan sambil menunggu vaksin yang diberikan untuk masyarakat,” pungkasnya. (bro)