Tolak RUU Cilaka Omnibus Law Puluhan Buruh Geruduk Kantor Bupati Gresik

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik – Aksi penolakan RUU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) Omnibus Law terus bermunculan. Di Kabupaten Gresik puluhan buruh yang tergabung serikat pekerja Federasi Serikat Perjuangan Buruh Independen (FSPBI) Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) gelar aksi di Depan Kantor Pemkab Gresik jalan Dr Wahidin Sudirohusodo 245 Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik.

Tuntutan massa aksi diantaranya, Tolak RUU Omnibuslaw, Penuhi Hak Normatif Buruh, Tindak Tegas Pengusaha Pelanggar Aturan Ketenagakerjaan.
Tampak massa aksi juga membawa banner ‘Tolak dan Batalkan Omnibuslaw dan memakasi masker serta megaphone.

BACA JUGA :  Hindari Razia, Bus Pemudik Jateng Pura-Pura Parkir di SPBU Gresik
Korlap aksi Abdul Hakam mengatakan RUU Omnibuslaw adalah momok bagi kaum buruh dan pekerja. Lantaran hanya akan mementingkan kepentingan kaum kapitalis.

“Kami Menolak dengan tegas pengesahan RUU Cipta Kerja, karena bertentangan dengan UU No 15 Tahun 2019 tentang perubahan atas UU No 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan,” tegasnya dalam orasinya. Selasa (15/9/2020).

Hakam juga menyuarakan penolaka upaya sentralisasi kekuasaan yang dinilai tercermin dalam naskah draf RUU Cipta Lapangan Kerja. Selain itu pasal-pasal tentang lingkungan hidup dalam RUU Cipta Kerja dianggap hanya menguntungkan para pemilik modal atau investor.

“Kami menolak segala bentuk penghapusan hak-hak pekerja sebagaimana tertuang dalam UU Ketenagakerjaan No 13/2003,” tegasnya

Lanjut Hakam, di masa pandemi musibah internasional Covid 19 berdampak besar kepada para pekerja yang di PKH dan dirumahkan. Namun tidak ada bentuk perhatian dan kepedulian dari pemerintah.

“Ini hanya merupakan aksi pemanasan saja, nantinya akan ada gerakan aksi kembali dengan masa yang lebih besar,” pungkas Hakam. (rtn)