FORKOT Kembali Tagih Janji Pengusutan Pelanggaran Izin Perumahan Dakota Cerme

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik — Sejumlah aktivis Forum Kota (Forkot) kembali mendatangi kantor Mapolres Gresik. Mereka melakukan audiensi tindaklanjut laporan terkait persoalan perumahan Dakota City yang berada di Desa Pandu Kecamatan Cerme atas dugaan belum adanya Izin Pemanfaatan Ruang (IPR) dan menempati lahan hijau atau ruang terbuka hijau (RTH).

BACA JUGA :  Tega Korupsi Biaya PTSL, Mantan Lurah Warujayeng dan Oknum Panitia Ditahan Kejaksaan Nganjuk

Rombongan Forkot dipimpin oleh Ketua Haris S Faqih beserta sejumlah jajaran anggota lainnya langsung ditemui  Wakapolres Gresik Kompol Eko Iskandar didampingi Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Riski Syaputra.

Dalam audiensi, Forkot menuntut  untuk mempertegas kembali laporannya terkait pengembang perum Dakota City.

Ketua Forkot Haris S Faqih mengatakan, penegasan laporan ini bukan tanpa alasan. Sebab pihaknya pun telah mengantongi bukti-bukti bahwa perumahan tersebut belum mengantongi Izin Pemanfaatan Ruang (IPR) dan menempati lahan hijau atau ruang terbuka hijau (RTH).

“Kedatangan kami untuk menguatkan pengawalan pada keberlanjutan kasus Dakota City dengan tuntutan ketika memang bukti-bukti sudah kuat akan menutup Dakota City dan memanggil pengembangnya,” ungkapnya, Kamis (20/10 /2021).

Untuk itu, Forkot mendesak agar aparat kepolisian segera melakukan eksekusi terhadap perumahan Dakota City yang jelas-jelas telah menyalahi aturan Undang-Undang (UU) yang berlaku.

“Tutup Dakota City dan Adili Pengembangnya. Karena, sudah menyalahi perda Gresik Nomor 8 th 2011 dan telah melakukan pemadatan tanah tanpa izin,” tegas Bogel sapaan akrabnya.

Menanggapi hal itu, Wakapolres Gresik Kompol Eko Iskandar menerangkan, saat ini jajarannya terus melakukan penyelidikan perkara dengan memanggil pihak-pihak terkait. Bahkan, dinas-dinas yang membidangi perizinan dan tata ruang telah dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Selanjutnya akan memanggil saksi pendukung, seperti dinas yang membidanggi tata ruang, penanaman modal terpadu satu pintu,” ujarnya.

Bagaimana dengan tuntutan Forkot agar Polres Gresik segera menutup perumahan Dakota City, pria dengan melati satu dipundaknya itu akan bertindak secara profesional.

“Kita tetap mengawal permasalahan dakota secara profesional,” imbuhnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Riski Syaputra mengungkapkan, sejauh ini pihaknya telah memanggil sebanyak 5 saksi untuk dimintai keterangan. (bro)