Tingkatkan SDM Nasional, UIN Malang Buka S3 Studi Islam

Reporter : Ali Ibrahim - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com I Malang – Pascasarjana UIN Malang dalam waktu dekat akan membuka S3 program studi Islam. Rencananya, prodi tersebut tersebut akan dibuka mulai 2021 mendatang.

BACA JUGA :  Kampanyekan Qosim-Alif, Mas Taufiq Putra RGS Blusukan ke Desa-desa

Direktur Pascasarjana UIN Malang, Prof Dr Umi Sumbulah M.Ag mengatakan, pengajuan proposal S3 Studi Islam sudah dilakukan dan akan dibuka pada tahun 2021. Oleh karena itu, sebelum direalisasikan, Pascasarjana UIN Malang pun menggelar webinar untuk mematangkan persiapan pengembangan S3 prodi Studi Islam dengan menghadirkan Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Prof Dr HM Amin Abdullah MA dan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Prof Dr Masykuri Abdillah MA. dalam webinar nasional dengan tema “Reorientasi Metodologi Studi Islam di Indonesia” melalui zoom meeting, Rabu (18/11/2020).

“Terimakasih kepada Rektor UIN Malang, Para dosen, direktur Pasca PTKIN, peneliti dan mahasiswa dari seluruh nusantara dan terutama dua narasumber utama (Amin Abdullah dan Masykuri Abdillah) yang memahami bidang ini baik secara akademik dan non akademik serta memiliki peran besar bagi PTKIN berkenan hadir di webinar ini. Harapan dari kami (Pasca UIN Malang), dari webinar ini terutama hadirnya kedua narasumber bisa memberi wawasan bagi kita semua dan membantu mengembangkan Pasca UIN Malang terutama S3 Studi Islam yang akan dibuka insya Allah tahun depan,” bebernya.

Ia melanjutkan, Pascasarjana UIN Malang saat ini telah mengembangkan enam Progam Studi Magister yaitu: Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Manajemen Pendidikan Islam, Studi Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (AS), Ekonomi Syariah, dan program dua doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA).

Dengan adanya program S3 Studi Islam yang baru nantinya diharapkan dapat membuat Pasca UIN Malang terutamanya bisa menjadi wadah bagi para dosen yang masih bergelar master studi Islam, dan para pegiat pesantren, sehingga memiliki keyakinan penuh dari program baru s3 UIN malang ini kedepannya.

“Kami memiliki kekayakinan bahwa prodi ini memiliki peluang besar karena berbasis pesantren, banyak dosen berlatar belakang study Islam, tapi mereka masih bergelar master,” ucap dia.

Prof Amin Abdullah mengungkapkan, S3 Studi Islam yang diperlukan saat ini adalah metodelogi. Bukan pada banyaknya materi, sebab masih banyak mahasiswa di tingkat sarjana dan pascasarjana masih campur aduk dalam penelitiannya.

Sedangkan Prof Maskuri menambahkan, ketika membuat S3 Studi Islam, perlu adanya integrasi antara normatif dan empiris agar maksimal.

“Di Kampus Jakarta (UIN Syarif Hidayatullah) juga begitu, mata kuliah tentang konsentrasi perlu digalakkan. Jadi harus ada integrasi antara normatif dan empiris karena itu penting,” jelasnya. (bro)