Tingkatkan Mitigasi Bencana, Pemkab Bojonegoro Gelar Apel Pasukan

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah saat mengecek kesiapsiagaan pasukan dan peralatan dalam rangka antisipasi menghadapi bencana alam. (Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Pemkab Bojonegoro menggelar apel gelar pasukan dan peralatan dalam rangka antisipasi menghadapi bencana alam tahun 2021 di wilayah Jawa Timur (Jatim), yang dilaksanakan di Jalan Mas Tumapel Bojonegoro. Dalam pelaksanaan apel ini tampak Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah bertugas langsung sebagai pimpinan apel.

BACA JUGA :  Video Viral Menteri BUMN Ditarik Ongkos Toilet, Instruksikan Dirut Pertamina Benahi SPBU Swasta

Kegiatan ini juga dihadiri oleg jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bojonegoro, dan Sekretaris Daerah (Sekda) beserta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menyampaikan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Pulau Jawa, yang berpotensi bencana alam hidrometeorologi. Dalam kurun waktu 1 Januari hingga 19 Maret 2021, tercatat 258 bencana banjir di wilayah Jatim.

“Kurang lebih 3 bulan tercatat 258 bencana banjir di Jatim. Selain itu juga bencana angin puting beliung, angin kencang, longsor dan gempa bumi,” kata Anna Mu’awanah saat memimpin apel, Senin (25/10/2021).

Sehingga, lanjut Bupati Anna, Gubernur Jawa Timur dalam amanatnya pada apel gelar pasukan Senin (25/10/2021) pagi ini juga meminta sinergitas antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam penanganan bencana alam. Pasalnya beberapa faktor pemicu bencana alam hidrometeorologi dikarenakan aktifitas alam dan manusia. Seperti meningkatnya jumlah penduduk, urbanisasi, degradasi lingkungan, pengaruh perubahan iklim global.

Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah saat memimpin apel gelar pasukan. (Afifullah/klikjatim.com)

Bupati perempuan pertama di Bojonegoro itu menambahkan, dengan adanya potensi curah hujan tinggi maka perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjutan dari curah hujan tinggi yang memicu bencana alam hidrometeorologi. Dengan demikian, pemerintah berupaya memastikan kesiapsiagaan pasukan maupun peralatan dalam menangani bencana dalam kondisi baik, yang bertujuan untuk meminimalisir dampak akibat bencana alam. 

Ana Mu’awanah juga menekankan beberapa hal kepada pasukan dan peserta apel. Di antaranya meningkatkan sinergitas dengan berbagai pihak, menyusun rencana penanggulangan dan penanganan, melakukan pendekatan dan pendidikan tanggap darurat bencana kepada masyarakat. Kemudian siapkan mental, fisik, tempat evakuasi, dan periksa selalu peralatan serta kondisi lingkungan sekitar. (adv/nul)