Tinggal Surabaya, Gresik dan Kota Pasuruan Zona Merah, Kurva Jatim Turun

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa bersama Fokropimda Jatim saat meninjau Pondok Rehailitas dan Observasi Pasien Covid di Gresik.

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Hingga Selasa (22/7/2020), zona merah di Jawa Timur menyisakan Kota Surabaya, Gresik dan Pasuruan. Pemerintah Provinsi Jawa Tumur terus melakukan penekanan kurva zona merah melalui sejumlah kegiatan masif ajakan untuk menerapkan protokol kesehatan di seluruh wilayah.

BACA JUGA :  Kades di Magetan Korupsi Ratusan Juta, Begini Nasibnya

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa menjelaskan, sampai dengan 21 Juli 2020, jumlah zona merah berkurang menjadi sisa 3 wilayah atau setara 7,89 persen, yakni Kota Surabaya, Gresik, dan Kota Pasuruan.
Sedangkan zona oranye tercatat ada 28 kota/kabupaten, dan zona kuning sudah ada 7 kota/kabupaten yakni Bondowoso, Madiun, Probolinggo, Ngawi, Tulungagung, Pacitan dan Lumajang. Adapun zona merah merupakan daerah dengan risiko tinggi, zona oranye merupakan risiko sedang, dan zona kuning merupakan risiko rendah.

Dikatakan, puncak kenaikan zona merah di Jatim tertinggi pada 1 Juni – 5 Juli, zona merah mencapai 10-15 daerah. Berdasarkan data Pemprov Jatim pada 14 Juli 2020, total zona merah di Jatim masih tercatat 6 daerah atau setara 15,79 persen yakni di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Bojonegoro, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Mojokerto.

“Alhamdulillah sejak Senin 21 Juli kemarin, kurva zona merah itu pun turun dan kini menjadi 3 daerah zona merah yakni Surabaya, Gresik dan Pasuruan,” jelas Khofifah Indar Parawangsa.

BACA JUGA :  Dugaan Suap, Bupati Sidoarjo Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Dijelaskan, 92,11 persen zonasi di Jatim terbebas dari zona merah sesuai rilis dari Gugus Tugas pusat. Kemudian 15 indikator epidemiologi, tapi harus tetap waspada karena zona oranye bila tidak disiplin protokol kesehatan bisa kembali merah.

Secara kumulatif kasus positif di Jatim hingga 21 Juli 2020 tarcatat ada 18.828 kasus. Dari jumlah itu sebanyak 10.065 orang telah sembuh (53,45 persen), yang meninggal sebanyak 1.461 orang atau setara 7,75 persen, dan yang masih dirawat ada 7.302 orang (38,8 persen). (hen)